ZIKIR PAGI DAN PETANG

0

Berikut ini adalah sebagian zikir yang berasal dari Al Quran dan hadist yang harus dibaca setiap muslim di waktu pagi dan petang untuk menlindungi dirinya dari berbagai hal.

 Waktunya:

Di waktu pagi: mulai dari setelah shalat subuh hingga terbit matahari. Di waktu sore: setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari. Namun bagi yang berhalangan karena sibuk atau lupa boleh membacanya setelah waktu tersebut.

Allah taala berfirman:

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). ( Q.S. Qaaf : 39 ) .

 Zikir pagi dan petang

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tidak seorang hambapun yang mengucapkan di setiap pagi hari dan setiap sore hari:

 ( Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan memberikan marabahaya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ) 3x, melainkan segala sesuatu tidak akan membahayakannya”. HR. Tarmizi dan Ibnu Majah.[1]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu , ia berkata : seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu `alaihi wasallam ia berkata: Wahai rasulullah, kenapa tadi malam aku digigit kalajengking , maka beliau bersabda : ” Andai engkau baca di waktu sore:

 (Aku berlindung dengan Kalimat Allah yang maha Sempurna dari segala kejahatan makhluk-Nya ) 3x, niscaya dia tidak akan membahayakanmu”. HR. Muslim.[2]

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu `anhu, bahwa dia memiliki tempat jemuran kurma. Kurmanya selalu berkurang. Maka dia mengawasinya di suatu malam. Tibatiba ada seekor binatang yang menyerupai anak-anak remaja. Lalu Ubay mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salam. Ubay berkata: Makhluk apakah engkau? Jin ataukah manusia? Dia menjawab: jin … maka Ubay berkata: hal apa yang dapat melindungi kami dari kalian ? dia menjawab: satu ayat dalam surat Al Baqarah:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (Q.S. Al Baqarah : 255 ).

Maka siapa yang membacanya di waktu petang dia akan terhindar dari kami hingga pagi dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi dia akan terhindar dari kami hingga waktu sore. Keesokan harinya Ubay mendatangi rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dan menceritakan hal tersebut kepada beliau. Maka Nabi bersabda: Si jahat telah berkata benar”. H.R. Thabrani.[3]

Dari Abu Mas’ud Al Badri radhiyallahu `anhu, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam ia bersabda : “Siapa yang membaca 2 ayat terakhir surat Al Baqarah di suatu malam cukuplah baginya”. Muttafaq ’alaih.[4]

Dari Muaz bin Abdullah dari bapaknya, ia berkata: di suatu malam hujan rintik-rintik dan sangat gelap kami menunggu Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam datang ke masjid .. lalu rasulullah shallallahu `alaihi wasallam datang untuk mengimami shalat. Kemudian beliau bersabda: ucapkanlah ? aku berkata: apa yang harus aku ucapkan? Beliau bersabda: “Bacalah surat:  (Katakalah Ia-lah Allah Yang Maha Esa) dan surat Mu’awwizatain (surat Al Falaq dan An Naas) 3x ketika engkau berada di sore hari dan pagi hari, niscaya mencukupkanmu (pahala, dan terhindar dari hal yang menyakiti) dari segala sesuatu”. HR. Tarmizi dan Nasa’i.[5]

Dari Abu Malik radhiyallahu `anhu, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: apabila kamu berada di waktu pagi maka bacalah:

ُ“Kami di waktu pagi, sedang kerajaan milik Allah, Tuhan penguasa alam. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat) pertolongan, cahaya, berkah, dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada didalamnya dan kejahatan sesudahnya dan bila berada di waktu sore maka ucapkanlah doa yang serupa”. H.R. Abu Daud. [6]1

َّDari Tsauban radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : barang siapa yang mengucapkan di waktu sore:

 “Aku rela Allah sebagai Tuhan-(ku), Islam sebagai agama-(ku) dan Muhammad sebagai nabi-(ku)“ niscaya Allah pasti meridhainya di hari kiamat”. HR. Ahmad, Abu Daud.[7] 498F2

Dari Ibnu Mas`ud radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Adalah nabi Allah shallallahu `alaihi wasallam bila masuk waktu sore beliau mengucapkan:

ِ( Kami berada di sore hari dan kerajaan Allah-pun di sore hari, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Ya Rabb, aku meminta kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan setelah malam ini, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang ada di malam ini dan kejahatan sesudahnya, Ya Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari malas dan buruknya sikap sombong, Ya Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur), dan bila masuk waktu pagi beliau mengucapkan do’a yang sama kecuali dua kata di awal diganti dengan kata:

ََ (Kami berada di pagi hari, dan kerajaan Allah-pun berada di pagi hari)”. HR. Muslim.[8]

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata adalah Nabi shallallahu `alaihi wasallam di waktu pagi selalu mengucapkan: َ

ََ(Ya Allah, dengan (kekuasaan)-Mu kami berada di pagi hari dan dengan-Mu kami berada di sore hari, dan dengan (kekuasaan)-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kembali)” dan bila masuk waktu sore beliau mengucapkan:

ُYa Allah, dengan (kekuasaan)-Mu kami berada di sore hari, dan dengan (kekuasaan)-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kembali. HR. Bukhari dalam kitab Adabul mufrad dan Abu Daud.[9]

Dari Syadad bin Aus radhiyallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, ia bersabda : “Istighfar yang paling utama, seorang hamba mengucapkan :

ْ( Ya Allah, Engkau Rabbku, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku hamba-Mu, dan aku tidak mampu memikul perjanjian dan janji-Mu, aku berlidung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu terhadapku, dan aku mengakui dosaku, ampunilah aku karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau )

siapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu di hari itu ia wafat sebelum masuk waktu malam, maka ia termasuk ahli surga, dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu ia wafat sebelum pagi maka ia termasuk ahli surga”. HR. Bukhari.[10]

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma: bahwa Abu Bakar Shidiq berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkan aku doa yang harus aku ucapkan di waktu pagi dan sore . maka beliau bersabda: “Ucapkanlah:

(Ya Allah, pencipta lamgit dan bumi, Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Tuhan segala sesuatu dan penguasanya, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan kejahatan syetan dan perangkap kesyirikan dan berlindung agar diriku tidak melakukan dosa atau melakukan kejahatan terhadap seorang muslimpun) HR. Bukhari dalam kitab Adabul mufrad.[11]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa berikut ini di waktu petang dan pagi:

 “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan: dalam agamaku, (kehidupan) duniaku, keluargaku, hartaku. Ya Allah tutuplah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak di lihat orang lain) dan berilah ketentraman di hatiku. Ya Allah, peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak mendapat bahaya dari arah bawahku“. HR. Abu Daud dan Ibnu Majah.[12]

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan di waktu pagi dan petang:

 (Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya) 100x, tidaklah seorangpun di hari kiamat membawa (amalan) lebih baik dari yang dibawanya, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti yang ia ucapkan atau lebih”. HR. Muslim.[13]

Dalam riwayat yang lain : “Siapa yang mengucapkan:  (Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya) dalam satu hari seratus kali, dihapuskan seluruh kesalahannya sekalipun sebanyak buih di lautan” Muttafaq ’alaih.[14]

Dari Abdullah bin Abza radhiyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam bahwa beliau selalu membaca doa berikut ini di waktu pagi dan petang:

ََ“Diwaktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama nabi kita, Muhammad dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik“ H.R Ahmad dan Darimi.[15]

Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan:ُ

Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) dalam satu hari seratus kali, niscaya untuknya pahala sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan dituliskan untuknya seratus kebajikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan ia terlindungi dari syetan di hari itu hingga sore dan tidak seorangpun yang lebih utama daripada ia kecuali seorang lelaki yang mengamalkan lebih banyak darinya”. Muttafaq alaih.[16]

Dari Abu Ayyas radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : barang siapa yang di waktu pagi mengucapkan:

 (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) maka pahalanya sama seperti memerdekakan budak dari keturunan Ismail, ditulis untuknya sepuluh kebajikan, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkatkan dia sepuluh derajat, dilindungi dia dari gangguan setan hingga sore hari. Dan bila dia mengucapkan di waktu pagi dia mendapatkan keistimewaan yang sama hingga waktu pagi”. H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah .[17]

Dari Abu Darda’ radhiyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam , beliau bersabda: barang siapa yang di waktu pagi dan petang mengucapkan:

.“Cukup bagiku Allah (sebagai pelindung), tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia. Kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan ‘Arasy yang Agung “ niscaya Allah akan mencukupkan keinginanya di dunia dan akhirat”.HR. Ibnu Sunni.[18]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu `anhu, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepada Fatimah: Simaklah wasiat ! bila engkau berada di waktu pagi dan sore maka ucapkanlah:

َ“Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Terjaga, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau limpahkan (semua urusan) terhadap diriku walau sekejap mata“ HR. Hakim.[19]

Dikutip dari: Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri; Ringkasan Fiqh Islam; Islamhouse.com;

[1] Hadist shahih diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 3388 dan Ibnu Majah no hadist : 3869.

[2] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2709.

[3] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Mu’jam kabir 1/201.

[4] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 4008 dan Muslim no hadist : 807.

[5] Hadist hasan, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 3575 dan Nasa’I no hadist : 5428.

[6] Hadist hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5084.

[7] Hadist hasan, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 23499 dan Abu Daud no hadist : 5072.

[8] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2723.

[9] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Adab mufrad no hadist : 1234 dan Abu Daud no hadist : 5068.

[10] diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6306.

[11] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Adab mufrad no hadist : 1239.

[12] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5074 dan Ibnu Majah no hadist 3871.

[13] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2692.

[14] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6405 dan Muslim no hadist : 2691.

[15] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 15434 dan Darimi no hadist 2588.

[16] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6403 dan Muslim no hadist : 2691.

[17] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5077 dan Ibnu Majah no hadist 3867.

[18] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Sunny dalam kitab amalul yaum wa lailah no hadist 71.

[19] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Al Hakim no hadist 2000

Leave A Reply