ZIKIR MUTLAQ

0

Dalam bab ini akan saya sebutkan fadhilah tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan istighfar dan zikir-zikir lain yang dianjurkan dalam setiap waktu.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Dua kalimat yang ringan di lidah namun berat di timbangan, dicintai Ar Rahman (Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya, dan Maha Suci Allah yang Maha Besar)”. Muttafaq ’alaih.
Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu `anhu, Ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat, yaitu:
Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah yang maha besar.” Tidak mengapa kalimat yang mana saja yang engkau mulai”. HR. Muslim.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Aku mengucapkan :
(Maha Suci Allah, segala Puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan Allah-lah yang Maha Besar) lebih kucintai daripada segala apa yang disinari matahari”. HR. Muslim.
Dari Abu Malik Al Asy’ary, ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Kesucian sebagian dari iman, ucapan Alhamdulillah memenuhi timbangan, ucapan Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat seperti cahaya (mencegah dari yang munkar dan mendorong berbuat kebajikan) dan sadaqah adalah dalil (di hari kiamat ketika ditanya “hartamu digunakan untuk apa?”), dan sabar adalah penerang (jalan menunuju hidayah), dan Al Qur’an adalah hujjah yang menguntungkanmu atau merugikanmu, setiap manusia keluar diwaktu pagi, ada yang menjual dirinya (untuk mentaati Allah), maka ada yang membebaskannya (dari azab neraka) atau mencelakakannya (dengan berbuat dosa). HR. Muslim.
Dari Abu Zar radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam ditanya: apakah kalimat yang paling utama ? beliau bersabda: yaitu kalimat yang dipilih Allah untuk para malaikat atau untuk para hamba-Nya, yaitu: Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya. H.R Muslim.
Dari Sa’ad bin Abu Waqqash radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam lalu ia bersabda: “Apakah salah seorang kamu lemah mengusahakan setiap hari seribu kebajikan? lalu ada yang bertanya kepada beliau di antara orang yang duduk : “Bagaimana mengusahakan seribu kebajikan?”, ia bersabda: “Bertasbih 100x, niscaya dituliskan untuknya 1.000 kebajikan atau dihapuskan darinya 1.000 kesalahan”. HR. Muslim.
Dalam riwayat yang lain: ” dituliskan untuknya seribu kebaikan dan dihapuskan dari nya seribu dosa”. H.R. Ahmad dan Tirmizi.
Dari Jabir radhiyallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, ia bersabda: “Siapa yang mengucapkan: (Maha Suci Allah dan Maha Terpuji) ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma di surga”. HR. Tarmizi.
Dari Juwairiyah radhiyallahu `anha, bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam di suatu pagi keluar dari rumahnya hendak melaksanakan shalat shubuh sedangkan ia berada di tempat shalat dalam rumahnya, kemudian beliau kembali setelah waktu dhuha sedangkan ia masih tetap duduk, beliau bersabda : Apakah engkau masih dalam keadaan di saat aku tinggalkan?”, ia berkata : “Ya”, maka Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Aku telah mengucapkan empat kata 3x, kalau dtimbang dengan yang engkau ucapkan semenjak tadi niscaya sama: (Maha Suci Allah, lagi Maha Terpuji sebanyak jumlah mahluk-Nya, dan seperti yang diridhai zat-Nya, seberat Arsy-Nya, dan sebanyak kalimat-Nya)”. HR. Muslim.
Dari Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam , ia bersabda : “Siapa yang mengucapkan: (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) sepuluh kali adalah ia seperti oang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail”. H.R. Muslim.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam seraya berkata: “Ajarkan aku ucapan yang harus kukatakan”, ia bersabda : “Ucapkanlah: (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Allah Yang Maha Besar, segala puji bagi Allah sebanyakbanyaknya, Maha Suci Allah Tuhan semesta alamdan tiada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)”, lalu ia berkata : “Ini semuanya untuk Rabbku, maka apa untukku?”, ia bersabda : “Ucapkanlah: (Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, tunjukilah aku dan berilah aku rezki)”. HR. Muslim.
Dari Anas radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: barang siapa yang mengucapkan (doa ini): “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi bersaksi kepada-Mu, malaikat yang memikul ‘Arasy-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu“.
Siapa yang mengucapkannya sekali maka Allah membebaskan sepertiga jasadnya dari neraka, Siapa yang mengucapkannya dua kali maka Allah membebaskan duapertiga jasadnya dari neraka, Siapa yang mengucapkannya tiga kali maka Allah membebaskan seluruh jasadnya dari neraka”. H.R. Hakim.
Dari Abu Dzar radhiyallahu `anhu, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Setiap persendian kalian bisa bersedekah, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan tahmid adalah sedekah, setiap ucapan tahlil adalah sedekah, dan setiap ucapan takbir adalah sedekah, serta menganjurkan berbuat kebajikan adalah sedekah, mencegah perbuatan munkar adalah sedekah, dan ganjaran yang setimpal dengan amalan di atas adalah melaksanakan shalat dhuha dua rakaat. HR. Muslim.
Dari Abu Sa’id Alkhudri radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam: barang siapa yang mengucapkan doa ini: “Aku rela Allah sebagai Tuhan-(ku), Islam sebagai agama-(ku) dan Muhammad sebagai rasulullah“ niscaya dia berhak masuk surga”. HR. Muslim.
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu `anhu bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Wahai Abdullah bin Qais Maukah engkau aku tunjukkan sebuah gudang dari beberapa gudang di surga?”, aku berkata : “Tentu wahai Rasulullah”, ia bersabda : ucapkanlah: (Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah)”. Muttafaq ’alaih.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Demi Allah sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat dalam satu hari lebih dari 70x”. HR. Bukhari.
Dari Aghaar Al Muzani radhiyallahu `anhu, bahwa “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya hatiku kelabu dan sesungguhnya aku minta ampun kepada-Nya!, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari 100x”. HR. Muslim.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu bahwa rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah memberinya rahmat sepuluh kali”. H.R. Muslim.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu `anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda: barang siapa yang mengucapkan: Aku minta mapunan Allah Yang tiada tuhan selain-Nya Yang Maha Hidup dan Maha Terjaga dan aku bertaubat kepada-Nya niscaya Allah mengampuni seluruh dosanya, sekalipun dosa lari dari medan jihad”. H.R. Hakim.

Dikutip dari: Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri; Ringkasan Fiqh Islam; Islamhouse.com;

Leave A Reply