ZIKIR MUQAYYAD

0

Berikut ini adalah beberapa zikir yang diucapkan dalam kondisi tertentu; dalam keadaan biasa, waktu sulit atau saat tiba hal mendadak.

DALAM KEADAAN BIASA

 Doa makan dan berpakain:

Dari Mu’az bin Anas radhiyallahu `anhuma bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang akan makan lalu mengucapkan:

“Segala puji bagi Allah Yang memberi makan ini kepadaku dan Yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”

Niscaya diampunkan dosanya yang telah berlalu. Dan Barangsiapa yang akan berpakain lalu mengucapkan:

 “Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” Niscaya diampunkan dosanyayang telah berlalu H.R. Abu Daud dan Tirmidzi.[1]

 Doa memakai pakain baru atau doa yang diucapkan kepada orang yang berpakain baru:

Dari Abu Sa’id Al Kudri radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Adalah Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bila memakai pakaian baru baik sorban, gamis, beliau mengucapkan:

 (Ya Allah, segala puji untukku Engkau yang memberiku pakaian, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan itu dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan pakaian itu dibuat”.

Abu Nadhrah berkata: para sahabat Nabi , bila salah seorang diantara mereka memakai pakain baru mereka mengucapkan kepadanya:

”Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah ta’ala memberikan gantinya kepadamu. HR Abu Daud dan Tarmizi.[2]

Dari Ummu khalid binti khalid radhiyallahu `anha, ia berkata: rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dihadiahkan untuk nya pakaian yang terbuat dari wol , lalu beliau bersabda : Siapakah menurut kalian yang pantas memakai ini . para sahabat terdiam , maka beliau bersabda : Panggil Ummu khalid ! maka Ummu khalid dibawa ke hadapan Nabi. Lalu beliau mengambil pakaian tersebut dan memakaikannya kepada Ummu Khalid, seraya bersabda : Pakailah sampai lusuh 2 x ! lalu beliau memperhatikan motif pakain tersebut dan menunjuk kepadaku seraya berkata: Wahai Ummu Khalid ini bagus”. HR. Bukhari.[3]

 Doa masuk rumah:

Dari Jabir radhiyallahu `anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Bila seorang lelaki masuk ke rumahnya lalu ia mengucapkab bismillah ketika masuk, dan ketika makan, syetan berkata kepada teman-temannya : “Kalian tidak bisa menginap dan ikut makan”, apabila ia masuk dan tidak mengucapkan bismillah maka syetan berkata : “Kalian dapat menginap”, apabila ia tidak mengucapkan bismillah ketika makan, syetan berkata : “Kalian dapat menginap dan makan”.[4] HR. Muslim.

 Doa keluar rumah:

Dari Ummul Mukminin, Ummi Salamah (Hindun binti Huzaifah) bahwa sesungguhnya Nabi bila hendak keluar dari rumahnya, beliau berdoa:

“Bismillah, aku bertawakal kepada Allah, ya Allah kami berlindung kepadaMu dari dari tergelincir atau tersesat dan dari mendzolimi atau didzolimi orang, dan dari menjahili atau dijahili orang”. HR Tarmizi dan Nasa’i.[5]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu `anhu, bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa yang bila hendak keluar dari rumahnya mengucapkan :

( Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah ) akan dikatakan kepadanya “Engkau telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga dan syetan menjauh darinya, dan setan yang lain berkata kepadanya: engkau tidak akan bisa menggoda seseorang yang telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga”. HR Abu Daud, Tarmizi.[6]

 Doa masuk W.C

Dari Anas radhiyallahu `anhu, ia berkata: adalah Nabi shallallahu `alaihi wasallam bila hendak masuk w.c beliau mengucapkan:

.“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan”. Muttafaq alaih.[7]

 Doa keluar dari W.C:

Dari Aisyah radhiyallahu `anha bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam apabila keluar dari W.C berdoa:

ُAmpunan-Mu ya, Allah (HR Abu Daud, Tarmizi.)[8]

 Doa saat berjalan menuju masjid:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma bahwa dia bermalam di rumah bibinya Maimunah radhiyallahu `anha. Dan malam itu giliran Nabi di rumahnya …Muazzin telah mengumandangkan azan, lalu rasulullah shallallahu `alaihi wasallam keluar menuju masjid sambil membaca:

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari belakangku, cahaya dari depanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku.” Muttafaq alaih.[9]

 Doa masuk dan keluar masjid:

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam bahwa beliau saat masuk masjid membaca:

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk. HR. Abu Daud.[10]

Dalam riwayat yang lain doa masuk masjid:

 “ Dengan nama Allah dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Ya Allah , bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” Dan bila keluar beliau mengucapkan:

ْ“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada  Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”. HR. Abu Daud , Ibnu Majah dan Ibnu Sunny.[11]

 Doa saat melihat bulan sabit:

Dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu `anhu, bahwa kebiasaan Nabi hallallahu `alaihi wasallam bila melihat bulan sabit, mengucapkan :

Ya Allah, jadikanlah dengan bulan itu terbit rasa aman, keimanan, keselamatan dan islam kepada kami, Tuhan-ku dan Tuhan-mu adalah Allah. HR. Ahmad dan Tarmizi.[12]

 Doa mendengar azan:

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma, ia mendengar Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Bila kalian mendengar suara azan maka tirukan seperti apa yang diucapkan muazin kemudian bershalawatlah kepadaku arena sesungguhnya siapa yang bershalawat kepadaku sekali, sesungguhnya Allah mengampuninya sepuluh kali, kemudian mintakanlah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah tersebut adalah tempat di surga yang tidak pantas melainkan untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap bahwa aku adalah orang tersebut, maka siapa yang memintakan untukku wasilah niscaya ia mendapatkan syafaatku”. HR. Muslim.[13]

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan setelah mendengar suara azan:

Ya Allah, Tuhan yang menguasai seruan yang sempurna ini, dan (Tuhan Yang disembah dalam) shalat yang akan didirikan! berikan Muhammad wasilah dan fadhilah, dan bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan), niscaya ia berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat”. HR. Bukhari.[14]

Dari Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu `anhu, dari rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bahwa beliau bersabda : “Siapa yang mengucapkan ketika mendengar orang azan:

(Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku rela Allah Tuhanku dan Muhammad sebagai utusan Allah, dan islam agamaku), niscaya diampuni dosanya”. HR. Muslim.[15]

Dikutip dari: Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri; Ringkasan Fiqh Islam; Islamhouse.com;

[1] hadist shahih , diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4023 dan tirmizi no hadist 3458.

[2] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 4020 dan Tirmizi no hadist : 1767.

[3] diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5845.

[4] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2018.

[5] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Tirmizi no hadist : 3427 dan Nasa’I no hadist 5486.

[6] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5095 dan Tirmizi no hadist 3426.

[7] muttafaq alaih , diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 142 dan Muslim no hadist 375.

[8] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 30 dan Tirmizi no hadist 7.

[9] muttafaq alaih , diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6316 dan Muslim no hadist 763.

[10] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 466.

[11] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 465, Ibnu Majah no hadist 773 dan Ibnu Sunny no hadist 88.

[12] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 1397 dan Tirmizi no hadist 3451.

[13] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 384.

[14] diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 614.

[15] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 386.

Leave A Reply