Waspada Dari Hal-hal Yang Tidak Bermanfaat

0

Seorang muslim yang benar Islamnya, selalu berusaha hanya melakukan yang bermanfaat dan mengarah kepada ridha-Nya, serta berhati-hati untuk  tidak terjerumus ke dalam urusan yang tidak bermanfaat. Dia tidak suka mencampuri urusan-urusan orang lain bersifat khusus, apalagi yang hanya akan mengganggu pikiranya, seperti isu, fitnah dan sebagainya.

Menjauhi hal-hal demikian merupakan tanda kekokohan seorang dalam berpegang teguh dengan akhlak Islam yang indah.  Islam memberinya motivasi untuk meninggalkan aktifitas yang hampa kosong tanpa  makna, tanpa tujuan. Termasuk juga di dalamnya melarang debat tanpa kendali (debat kusir). Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya setengah dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan (kegiatan) yang tak memberi manfaat baginya.” (HR. Malik, Ahmad dan Tabrani).

Dari Abu Hurairah, nabi saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian atas tiga perkara dan benci kepada kalian atas tiga perkara yang lain. Allah ridha jika kalian beribadah kepada-Nya (secara ikhlas), tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun dan berpegang teguh dengan tali Allah dan (berketetapan) untuk tidak bercerai-berai.

Sedangkan Allah benci jika kalian menyukai desas-desus, terlalu banyak bertanya (tentang perkara yang semestinya tidak ditanyakan) dan menghambur-hamburkan uang.” (HR. Muslim).

Di dalam masyarakat Rabbani yang tegak atas Islam, tidak  pantas terdapat pribadi yang suka menyebar desas-desus, banyak membantah dan bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat. Tidak ada yang sempat mencampuri urusan-urusan yang lain, karena semua pribadi sibuk, terpusat pikirannya pada pekerjaan-pekerjaan besar dan terarah.

Berjuang mengerahkan segenap perhatian, tenaga dan pikirannya untuk menegakkan kalimat Allah yang luhur supaya tegak di muka bumi, meninggikan  bendera Islam di atas persada bumi ini serta menyebarkan nilai-nilai dien di tengah-tengah  umat manusia. Orang-orang yang bangkit untuk mengerjakan amalan-amalan fisik maupun batin dan tidak menyia-nyiakan waktunya, sedikitpun, untuk bergelimang dalam suatu aktifitas yang mengandung dosa.

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply