Waktu Mentalqinkan Kalimat Syahadat

0

 

Pertanyaan: Kapan saya mulai mentalqin kalimat syahadat kepada orang yang sekarat?

 

Jawab: Mentalqin orang yang sekarat dimulai ketika tanda-tanda kematian sudah tampak padanya. Pada saat inilah ia ditalqin dengan kalimat syahadat. Yaitu, jika kematiannya sudah benar-benar dekat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang berbunyi,

“Talqin (ajarilah) orang-orang yang sekarat dari kalian dengan ucapan ‘Laa ilaaha illallaah’.”[1]

Maksud hadits di atas adalah: Jika kematian sudah menghampirinya, sehingga perkataan paling terakhir yang ia ucapkan adalah “Laa ilaaha Illallaah.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda,

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘laa ilaaha illallaah’, ia pasti masuk Surga.”[2]

Dinukil dari

al-Muqorrib li Ahkaamil Jana`iz : 148 Fatawa fil Jana`iz, penyusun : ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad al-‘Arifi, dimuroja’ah oleh : ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin, Penerbit : Dar ath-Thayibah, Riyadh, 1418 H/1997 M.

http://dear.to/abusalma; Maktabah Abu Salma al-Atsari

[1] HR. Muslim no. 1523, At-Tirmidzi no. 898, dan yang lainnya.

[2] HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Janaiz no. 2709; juga Al-Hakim, 1/351; Al-Hakim

menshahihkan hadits ini, dan pernyataannya disetujui oleh Adz-Dzahabi.

Leave A Reply