Wajah Berseri-seri/Murah Senyum

0

Sifat toleran dan lemah lembut secatra otomatis menimbulkan penampilan yang selalu ceria, penuh gembira, murah senyum. Hal ini mencerminkan kebaikan akhlak dan termasuk perbuatan makruf yang sangat ditekankan oleh Islam.

Di dalam shahih Muslim, rasulullah saw bersabda:

“Janganlah kamu meremehkan perbuatan makruf sedikitpun, walaupun sekedar menunjukkan wajah yang berseri ketika bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

Asy-Syaikhani diriwayatkan dari Ash-Shohabi Al-Jalil Jarir bin Abdullah, bahwa ia berkata: “Tak ada yang telah dinampakkan rasulullah saw kepadaku selama aku masuk Islam melainkan lemparan senyum  (Wajah  yang ceria) kepadaku.”

Sesungguhnya masyarakat yang menyebarkan sikap toleransi, kasih sayang dan murah senyum di antara sesama individu-individunya pasti menghargai prinsip-prinsip kemanusiaan yang luhur, saling menjalin kasih sayang dan saling menjaga. Jauh dari kehidupan individual yang egoistis.

Di dalam masyarakat seperti itu bertebaran manusia-manusia yang mulia, terhormat akhlaknya dan selalu berusaha melestarikan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.  Inilah profil masyarakat islami. Masyarakat yang tegak di atas petunjuk dan  prinsip-prinsip islam. Masyarakat Rabbani yang memancarkan cahaya ilahiah, masyarakat teladan.

Sungguh berbeda dengan masyarakat materialistis yang di dalamnya hidup pribadi-pribadi yang kering dari nilai-nilai luhur kemanusiaan, asing dari suasana penuh kasih sayang dan kedamaian. Hanya  ada rasa saling mencurigai, perselisihan, bahkan perkelahian untuk memperebutkan prestasi dan prestise. Tanpa  pandang tetangga atau kerabat. Tak ada cinta sesame kawan, kecuali muka masam tanpa senyuman kasih. Nafsu mengejar status dan menumpuk harta dan materi secara berlebihan telah memadamkan nyala kasih sayang kemanusiaan dan mencampakkan nilai-nilai ruhaniah. Tak ada ketenangan, tak ada pijakan yang jelas.

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply