Urutan Shalat

0

 

     Pertanyaan:  Jika seorang tidak melakukan shalat pada waktunya –dhuhur misalnya- kemudian dia baru ingat saat shalat Ashar sedang dilaksanakan, apakah dia ikut berjamaah dengan niat Ashar atau dengan niat Dhuhur ? atau shalat Dhuhur sendirian dahulu kemudian shalat Ashar ?

apakah maksudnya ucapan para fuqaha “Jika dikhawatirkan shalat yang sedang ada waktunya tidak dapat dilakukan maka gugurlah urutannya”, apakah kekhawatiran tidak mendapatkan jama’ah menggugurkan urutan shalat ?
     Jawaban: Yang benar menurut syariat bagi orang yang mengalami hal tersbut, hendaknya dia shalat bersama jama’ah dengan niat shalat Dhuhur. Kemudian setelah itu shalat Ashar, karena wajib menjaga urutan shalat (Dhuhur didahulukan dari Ashar, dan seterusnya). Dan hal tersebut tidak gugur hanya karena kekhawatiran tidak mendapatkan jamaah.
Adapun ucapan para fuqaha –rahimahullah- “jika dikhawatirkan keluarnya waktu shalat yang ada maka gugurlah urutannya” maksudnya adalah: bagi orang yang terlewat dari waktu shalat tertentu, maka (jika ingin mengqadanya), dia harus melakukannya sebelum melakukan shalat yang sedang ada waktunya. Tetapi jika waktu shalat tersebut sempit maka shalat yang sedang ada waktunya tersebut dia dahulukan. Misalnya seorang belum melakukan shalat Isya’, dan dia baru ingat sesaat sebelum terbitnya matahari, padahal saat itu dia belum shalat subuh, maka dia shalat shubuh dahulu sebelum hilang waktunya, karena waktu tersebut telah ditetapkan untuk shalat shubuh, setelah itu dia mengqadha shalatnya.

 

Leave A Reply