Ujung Timur Jawa Bagian Tengah Pada Paruh Pertama Abad Ke-16

0

Dari pemberitaan-pemberitaan dalam Suma Oriental dapat diambil kesimpulan bahwa “Canjtam” (Gentling/Probolinggo), Pajarakan, dan Panarukan pada permulaan abad ke-16 hampir dikuasai oleh kekuasaan raja Islam di Surabaya. Kemudian ketiga daerah itu oleh raja “kafir” dari Blambangan ditaklukkan dan diduduki.

Menurut kronik peristiwa mengenai perebutan daerah oleh Demak, pada tahun 1535 Pasuruan ditaklukkan oleh raja Islam di Jawa Tengah, melalui sebuah aksi militer lewat laut. Hal ini dimungkinkan karena pada tahun 1531 Surabaya (yang sudah lama menjadi Islam) telah mengakui kekuasaan Demak. Dari tahun 1535 sampai 1545, menurut kronik itu, Sultan Tranggana menundukkan tanah pedalaman Jawa Timur. Mungkin orang di Jawa Tengah dalam paruh pertama abad ke-16 telah menganggap daerah Pasuruan sebagai daerah perbatasan antara kerajaan Jawa Timor dan kerajaan-kerajaan di ujung timur Jawa. Dengan didudukinya Pasuruan itu, selesailah masa ekspansi untuk sementara.

Pada tahun 1535 seorang musafir Portugis, Galvao, mengunjungi Panarukan. Waktu itu masyarakatnya masih “kafir”. la mendengar cerita bahwa seminggu sebelum kedatangannya, seorang janda telah membakar dirinya (Jacobs, Treatise).

Ekspedisi Sultan Demak melawan kerajaan “kafir” Blambangan di ujung timur Jawa baru terjadi kemudian, pada tahun 1546. Menurut kisah Mendez Pinto, “laksamana” Pasuruan (yang dikacaukan dengan Panarukan) merupakan seorang panglima yang ulung dalam aksi militer ini, yang berakhir dengan pengepungan Panarukan (oleh penulis Portugis itu disebut Pasuruan). Menurut kronik peristiwa dari Demak, Blambangan jatuh pada tahun 1546. Apabila laskar Jawa Tengah dan laskar Pasuruan pada tahun itu memang telah menduduki sebagian besar ujung timur Jawa, maka berhasillah penanaman kekuasaan raja Islam untuk waktu yang lama. Ini terbukti dari sejarah ujung timur Jawa pada paruh kedua abad ke-16.

Meninggalnya Sultan Demak pada waktu atau sebagai akibat ekspedisi terhadap Panarukan pada tahun 1546, dan berkuasanya Sultan Pajang atas Jawa Tengah – yang ekspansinya tidak sebesar sultan yang mendahuluinya – menyebabkan kerajaan-kerajaan “kafir” di ujung timur Jawa selama lebih dari tiga perempat abad bebas dari serangan-serangan para raja Islam dari sebelah barat. Baru pada tahun 1639-1640 Sultan Agung dari Mataram berhasil menduduki daerah itu.

Dikutip dari Kerajaan-kerajaan Islam Di Jawa, DR. H.J. DE GRAFF, DR. TH. G.TH. PIGEAUD

Leave A Reply