Ujung Timur Jawa Bagian Tengah Pada Paruh Kedua Abad Ke-16

0

Terus berlangsungnya “kekafiran” di Panarukan terbukti dari berita-berita para penyebar agama Roma Katolik yang pernah giat di sana. Dari pemberitaan-pemberitaan ini dapat disimpulkan bahwa Panarukan telah menjadi rebutan antara Blambangan yang “kafir” itu dan raja-raja Pasuruan yang Islam.

Menurut berita orang-orang Katolik tadi, pada tahun 1575 Panarukan telah direbut oleh raja “kafir” dari Blambangan, Santa Guna, dari tangan penguasa Islam yang sebelumnya memerintah di sana. Tidak terbukti apakah orang Islam itu raja bawahan raja Pasuruan. Menurut berita Portugis lain, pada tahun 1559 Panarukan masih “kafir”.

Pada tahun 1579 seorang romo Jezuit, Bernardino Ferrari, mengunjungi Panarukan untuk melayani orang-orang Portugis yang tinggal di situ. Jelas, ia berlayar dengan kapal Portugis yang berpangkalan di Malaka (sejak tahun 1511 diduduki Portugis). Di kota pelabuhan ujung timur Jawa itu ia mendapat sambutan yang ramah. Raja “kafir” itu bahkan meminta, dengan perantaraan perutusan, supaya lebih banyak misionaris dikirim.

Kira-kira tahun 1585 romo-romo kelompok biarawan Capucijn dari Malaka yang beroperasi juga di Blambangan berhasil mentahbiskan seorang “imam berhala”, saudara sepupu raja “kafir” di situ, menjadi orang Kristen. Beberapa waktu berselang, bangsawan yang telah dikristenkan itu dibunuh oleh rakyat.

Pada dasawarsa terakhir abad ke-16 kedudukan para misionaris di Panarukan dan Blambangan tidak sebaik seperti semula, dan sebelum abad ini berakhir, daerah-daerah tersebut ditinggalkan. Pada permulaan tahun 1597 pelaut Belanda Cornelis de Houtman di dekat Panarukan berjumpa dengan slave van eenen Munninck die in Panaruca den Christenen predicte ende Javanen doopte (budak belian seorang biarawan yang di Panarukan telah berdakwah di depan orang-orang Kristen dan mempermandikan orang-orang Jawa). Ancaman dan desakan raja Islam di Pasuruan telah menjadi alasan bagi para romo itu untuk memutuskan meninggalkan negeri tersebut.

Waktu pada tahun 1597 Blambangan yang “kafir” itu diserang oleh pasukan Pasuruan, Panarukan juga jatuh ke tangan orang-orang Islam. Ini dapat disimpulkan dari berita pelaut-pelaut Belanda yang pertama.

Dikutip dari Kerajaan-kerajaan Islam Di Jawa, DR. H.J. DE GRAFF, DR. TH. G.TH. PIGEAUD

Leave A Reply