Ucapan: “Atas Kehendak Allah Dan Kehendakmu”

0

Syaikh Muhammad At-Tamimi

——————————————————————————–

Qutailah Radhiyallahu ‘anhu menuturkan:

“Bahwa ada seorang Yahudi datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian melakukan perbuatan syirik, kamu mengucapkan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’ dan mengucapkan: ‘Demi Ka’bah’.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat apabila hendak bersumpah supaya mengucapkan: ‘Demi Tuhan Pemilik Ka’bah’ dan mengucapkan: ‘Atas kehendak Allah kemudian atas kehendakmu’.” (HR An-Nasa’i dan dinyatakan shahih)

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma menuturkan:

“Bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu.’ Maka ketika itu bersabdalah beliau: “Apakah kamu menjadikan diriku sebagai sekutu untuk Allah? Hanya atas kehendak Allah saja.” (HR An-Nasa’i)

Diriwayatkan Ibnu Majah dari Ath-Thufail, saudara seibu dengan ‘Aisyah, ia berkata: “Aku bermimpi seakan-akan aku mendatangi sekelompok orang-orang Yahudi. Aku berkata kepada mereka: “Sungguh, kamu adalah sebaik-baik kaum, seandainya kamu tidak mengatakan: ‘Uzair putera Allah’.” Mereka menjawab: “Sungguh kamupun sebaik-baik kaum, seandainya kamu tidak mengatakan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad’.” Lalu aku menjumpai sekelompok orang-orang Nasrani, maka aku berkata kepada mereka: “Sungguh, kamu adalah sebaik-baik kaum, seandainya kamu tidak mengatakan: ‘Al-Masih putera Allah’.” Mereka menjawab: “Sungguh, kamupun sebaik-baik kaum, seandainya kamu tidak mengatakan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad’.” Ketika pagi hari, aku beritahukan mimpiku tersebut kepada kawan-kawanku, kemudian aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku beritahukan kepada beliau. Nabi bertanya: “Apakah kamu telah memberitahukannya kepada seseorang?” Aku menjawab: “Ya.” Lalu Rasulullah ber-tahmid dan memuji kepada Allah, kemudian bersabda:

“Amma ba’du, sesungguhnya Thufail telah bermimpi sesuatu yang telah diberitahukan kepada orang-orang di antara kamu. Dan sesungguhnya kamu telah mengucapkan suatu ucapan yang ketika itu aku tidak sempat melarangnya kepadamu karena aku ada beberapa halangan, maka janganlah kamu mengatakan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad’, akan tetapi katakanlah: ‘Atas kehendak Allah saja.’

Kandungan tulisan ini:

Hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa orang Yahudi pun mengerti perbuatan yang disebut syirik ashghar.

Pemahaman manusia apabila dipengaruhi oleh hawa nafsunya; (seperti halnya orang Yahudi tadi, dia mengerti kebenaran tetapi dia tidak mau mengikuti kebenaran itu dan tidak mau beriman kepada Nabi yang membawanya).

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apakah kamu menjadikan diriku sebagai sekutu untuk Allah?” sebagai penolakan terhadap orang yang berkata kepada beliau: ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’. Jika demikian sikap beliau, lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan: “Wahai makhluk termulia! Tiada seorangpun bagiku sebagai tempat aku berlindung selain engkau …” dan dua bait selanjutnya.

Ucapan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’ termasuk syirik ashghar, tidak termasuk syirik akbar, karena beliau bersabda: “Dan sesungguhnya kamu telah mengucapkan suatu ucapan yang ketika itu aku tidak sempat melarangnya kepadamu karena aku ada beberapa halangan …”.

Mimpi baik termasuk salah satu macam wahyu.

Mimpi kadangkala menjadi sebab disyariatkannya sebagian hukum.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad At-Tamimi

Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

——————————————————————————–

 

Leave A Reply