Tidak Zalim

0

Seorang muslim yang memegang teguh prinsip keadilan tidak akan berbuat aniaya, sebab ia sadar bahwa kezaliman itu merupakan kegelapan yang akan menutup rapat hati orang yang melakukanya, sebagaimana diterangkan oleh nabi saw di dalam haditsnya:

Jauhilah dan takutlah kamu dari berbuat zalim karena sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim).

Lebih tegas lagi  nabi saw menyatakan haramnya berbuat aniaya/berlaku zalim dan harus dijauhi, karena ini adalah  perintah Allah, dan tak perlu ditakwilkan atau diijtihadkan, firman Allah dalam hadits qudsi:

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya  Aku telah mengharamkan kezaliman (berbuat zalim) pada diri-Ku, dan Aku jadikan sebagai perbuatan haram bagi kalian, maka dari itu janganlah kalian berbuat zalim. (HR. Muslim).

Jelaslah bahwa perbuatan zalim merupakan sesuatu yang Allah haramkan atas diri-Nya, padahal Dia  Al-Khalik/Pencipta, yang Maha Suci, Maha Perkasa, Maha Mengetahui dan Zat yang berhak menyombongkan Diri-Nya/Al-Mutakabbir, dan juga haram bagi hamba-Nya. Apakah pantas bagi seorang muslim yang selalu berpegang teguh kepada tali dinnya yang kokoh itu hendak berbuat zalim?

Muslim yang benar tidak akan membiarkan dirinya untuk berbuat zalim dengan sebab apapun, karena dia tahu sifat-sifat baik yang diajarkan oleh rasulullah saw agar menjadi muslim yang benar, sabdanya:

Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya. Baransiapa yang memperhatikan keperluan saudaranya, pasti Allah akan memperhatikan keperluannya. Barangsiapa yang melepaskan kesulitan seorang muslim, pasti Allah akan melepaskan kesulitan orang itu dari berbagai kesulitan di hari kiamat, barangsiapa menutupi aib dan rahasia seorang muslim, pasti Allah akan menutupi rahasia/aib orang itu di hari kiamat. (HR. Bukhari).

Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berbuat aniaya terhadap sesamanya, meskipun hanya terlintas dalam benak, bahkan beliau melarang seorang muslim untuk menertawakan saudaranya, karena perbuatan itu termasuk perbuatan aniaya. Di samping itu hendaklah umat islam saling tolong-menolong melepaskan kesulitan mereka dan menutupi rahasia saudaranya.

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply