Tidak Sombong

0

Seorang muslim yang benar hendaknya tidak berlaku sombong, tidak memalingkan mukanya di hadapan orang lain dan tidak angkuh terhadap mereka. Petunjuk quran telah memenuhi pendengaran, hati dan ruhnya, sehingga ia sadar bahwa kesombongan hanya akan merugikan dirinya  sendiri di dunia maupun akhirat. Allah ta’ala telah berfirman:

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. (QS. Al-Qashash: 83).

Ia tahu  bahwa Allah tidak menyukai orang yang suka berbangga diri, berjalan dengan angkuh dan memalingkan muka –karena sombong- di hadapan orang lain. Firman Allah:

Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 18)

Kesombongan bukan saja merugikan manusia di dunia, bahkan menyeretnya kepada kehinaan di akhirat, walaupun sombong itu hanya sebesar zarah. Diharamkan baginya surga, sebagaimana disabdakan oleh rasulullah saw:

“Tidak akan masuk surga, siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah kesombongan.” Maka seseorang bertanya, “Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Berkata rasulullah  saw, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan cinta pada keindahan. (Maksudnya pakaian indah tidak selalu berarti kesombongan). Al-Kibr (kesombongan) itu  adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (HR. Muslim).

Kharitsah bin Wahab ra berkata, saya mendengar rasulullah saw bersabda:

Maukah kalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Yaitu tetap –sifat-  keras hati, angkuh dalam berjalan dan sombong. (HR. Muttafaq Alaih).

Kelak di akhirat, semua orang yang sombong di dunia akan merasakan kesedihan yang sangat. Allah tidak mempedulikan mereka, tidak menegur, tidak menyapa dan tidakk mensucikan. Itulah balasan dari kecongkakan mereka yang merasa lebih tinggi dari orang lain di dunia. Mereka akan disiksa dengan siksaan yang amat pedih, sedang mereka tak kuasa untuk menghindar.

Rasulullah saw bersabda:

Allah tidak akan melihat/memperhatikan di hari kiamat kepada orang yang mengulurkan kain sarungnya hingga bawah mata kakinya –karena sombong-. (HR. Muttafaq Alaih).

Dalam hadits lain beliau saw bersabda:

Tiga golongan yang tidak ditegur Allah, tidak disucikan dan tidak diperhatikan-Nya kelak di hari kiamat serta mendapat siksa yang pedih yaitu: orang tua yang tetap berzina, penguasa/pemimpin yang dusta dan fakir yang sombong. (HR. Muslim).

Sombong merupakan sifat Allah dan bukan untuk manusia yang lemah itu. Berlaku sombong berarti menentang Allah memilih peperangan dengan-Nya sebagai pencipta-Nya yang Maha Tinggi dan Gagah Perkasa serta Pemilik segala keagungan.

Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman:

Keperkasaan itu merupakan sarung-Ku dan kesombongan merupakan mantel-Ku, maka siapa di antara kamu menentang-Ku atau menyaingi Aku di dalam kedua perkara itu maka akan Aku siksa.” (HR. Muslim).

Supaya seorang mukmin tetap terpelihara kesuciannya dari sifat-sifat takabur, dia harus selalu menyadari kelemahannya dan menyelimutinya dengan sunah yang suci dari nabi-Nya. Sekali lagi kami kemukakan sabda nabi saw:

Barangsiapa merasa dirinya besar atau angkuh dalam berjalan, dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan murka kepadanya. (HR. Muslim).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

Leave A Reply