Tidak Pulang Ke Rumah Pada Malam Hari

Hendaknya seorang musafir tidak pulang pada malam hari kecuali jika ia telah mengabarkan kepada keluarganya terlebih dahulu atau ia telah menghubunginya dengan telepon. Adapun mengejutkan mereka dengan kedatangan pada malam hari, terlebih lagi kepergiannya sudah cukup lama, maka hal itu dilarang.

Nabi shollaullohu alaihi wassalam telah melarang seorang laki-laki pulang ke rumahnya pada malam hari (sepulang dari safar).[1]

Kadang kala timbul prasangka dari isteri bahwasannya suaminya sedang memata-matainya; yaitu mencurigainya berbuat khianat dan ingin memergokinya. Kadang-kadang sangat mengejutkan mereka dengan ketukan pintu atau suara bel, tanpa ada gambaran atau perhitungan sebelumnya. Bisa jadi isterinya itu belum siap menyambut kepulangannya karena belum mengurus dirinya sehingga suami dapat melihat sesuatu yang tidak disukainya.

Namun, jika ia bersafar pada pagi hari dan pulang pada malam hari sementara keluarganya mengetahui hal itu, maka tidak mengapa baginya, insya Allah.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Al-Bukhari (1801) dan Muslim (1928) dari Jabir radhiallahu anhu.

Comments are closed.