Tidak Pernah Mengharapkan Imbalan

0

Seorang muslim yang mencintai Allah dan benar-benar menjalankan ajaran islam, jika berinfak atau menolong saudaranya, dia tidak akan mengharapkan balasan berlebihan dari apa yang telah ia berikan dan tidak menunggu datangnya balasan, karena ia berusaha untuk masuk ke dalam golongan yang disebutkan dalam Al-Quran;

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah: 262).

Jangan sampai kebaikan itu dikotori oleh hal-hal yang dapat memusnahkan amalnya, karena diikuti dengan cacian yang menyakitkan. Oleh karena itu Allah menyerukan kepada orang-orang yang beriman untuk bersikap waspada terhadap munculnya cacian dan gangguan yang menyakitkan yang dapat menghanguskan pahala, firman Allah ta’ala;

Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). (QS. Al-Baqarah: 264)

Sesungguhnya caci-maki terhadap fakir miskin yang menerima bantuan, dapat melahirkan kebencian dan merendahkan sifat kemanusiaan, menjatuhkan kemuliaan dan menurunkan kedudukan. Semuanya itu diharamkan dalam islam, karena islam menganggap si pemberi dan si penerima bagaikan dua saudara yang sama di hadapan Allah, tidak ada perbedaan di antara mereka bagi-Nya kecuali dalam ketakwaan dan amal salih.

Seorang muslim tidak boleh mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati terhadap saudaranya (sesama muslim), orang yang melakukannya akan dibenci dan tidak diperhatikan-Nya di hari kiamat, seperti yang rasulullah  sabdakan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim;

Rasulullah bersabda, “Tiga kelompok manusia yang pada hari kiamat nanti tidak diajak bicara (ditegur), tidak diperhatikan Allah dan mereka azab yang pedih.” Rasulullah berkali-kali mengucapkan kata-kata itu, sehingga Abu Dzar bertanya, “Mereka itu  sungguh rugi, siapakah mereka itu wahai rasulullah?” Jawab beliau, “Mereka adalah orang yang menjulurkan sarung dan bajunya sampai di bawah mata kaki karena sombong, pencaci dengan kata-kata yang menyakitkan hati dan penjaja barang dagangan disertai dengan sumpah-sumpah dusta.” (HR. Muslim).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply