Tidak Mengambil Tempat Untuk Istirahat Di Tengah Jalan

Tidak beristirahat di tengah jalan juga merupakan adab islami. Apabila para musafir ingin beristirahat, hendaklah mereka menghindari tengah jalan. Sebaiknya mereka singgah di pinggirannya karena tengah jalan itu berbahaya. Jalan yang dimaksud adalah jalan mobil atau jalan-jalan yang biasa dilalui oleh alat transportasi umum. Kadang-kadang, seseorang ditabrak mobil yang berjalan cepat.

Terlebih lagi jika ada anak-anak kecil, kadang-kadang mereka menyerbu ke tengah jalan. Mungkin juga terdapat pada jalan tersebut serangga-serangga atau hewan-hewan yang mencari makanan manusia atau mencari jalan untuk lewat. Oleh karena itu, nabi shollaullohu alaihi wassalam menganjurkan kita untuk menjauhi tengah jalan.

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Jika kalian singgah pada malam hari, maka hindarilah bagian tengah jalan karena itu adalah lalu lintas bagi hewan-hewan tunggangan dan tempat bagi binatang-binatang pada malam hari.[1]

Demikian juga, nabi shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Hindarilah oleh kalian mengambil tempat singgah di tengah jalan, atau shalat di atasnya, karena itu adalah tempat lalu lalang ular dan binatang buas. Janganlah pula kalian buang hajat di atasnya karena perbuatan itu mengundang laknat.[2]

Orang yang buang hajat di tengah jalan akan mendatangkan laknat dan sumpah serapah dari manusia.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Muslim (1526) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.

[2] HR. Ibnu Majah (329) dari Jabir radhiallahu anhu. Lihat kitab Shahiihul Jaami’ (2673).

Comments are closed.