Tidak Boleh Mempekerjakan Seseorang Untuk Perkara Yang Haram

0

Seorang pekerja tidak boleh menerima pekerjaan yang di dalamnya terkandung kemarahan Allah ta’ala. Misalnya, menjaga toko yang menjual barang-barang haram, seperti rokok, minuman keras, majalah dan cd-cd porno dan lain sebagainya.

Janganlah ia menerima kecuali pekerjaan yang diperbolehkan hingga upah yang ia terima itu halal dan baik.

Demikian juga bagi majikan, janganlah ia mempekerjakan seseorang untuk membantunya melakukan pekerjaan yang haram. Hal demikian akan menambah dosa pada dosanya yang pertama yaitu melakukan perbuatan haram, dengan dosa baru, yaitu mengikutsertakan orang lain dalam perkara haram tersebut. Pada asalnya, ia juga tidak boleh melakukan hal itu. Mempekerjakan seseorang untuk perkara haram adalah suatu yang bathil dan tidak dibenarkan. Sebagaimana tidak boleh seorang majikan memaksa buruh mengerjakan sesuatu yang mendatangkan kemurkaan Allah ta’ala.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Leave A Reply