Tidak Berputus Asa

0

Sebagian du’at, apabila orang yang didakwahi tidak menerima dakwah mereka, hal ini menyebabkannya menjadi putus asa dan putus harapan sehingga ia meninggalkan dakwah. Padahal merupakan kewajiban bagi seorang da’i untuk mengetahui bahwa kewajiban atasnya hanyalah menegakkan hujjah dan melepaskan tanggungan (kepada Alloh), sebagaimana yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebutkan berkenaan dengan suatu kaum yang mengingkari perbuatan ashabus sabt (yaitu Bani Israil, pent.) yang buruk, Alloh berfirman tentang mereka yang menyatakan :

”Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras? mereka menjawab: Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” (QS al-A’raaf : 164)

Saya memohon kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Berkuasa agar senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita terhadap segala hal yang diridhai-Nya dan menunjuki kita kepada jalan-Nya yang lurus serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengamalkan syariat-Nya dan orang-orang yang berdakwah menyeru kepada agama-Nya di atas bashiroh, sesungguhnya Ia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengijabahi.

Demikian akhir do’a kami, segala puji hanyalah milik Alloh Rabb pemelihara semesta alam. Semoga Shalawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan seluruh sahabat beliau.

Sumber:

Harian Jazirah, http://www.al-jazirah.com/2486510/fe18d.htm, Adab Bagi Para Dai, Syaikh Muhammad bin Hasan.

Maktabah Abu Salma Al-Atsari, http://dear.to/abusalma

 

Leave A Reply