Tidak Berbuat Adil Di Antara Para Istri

0

Di antara yang diwasiatkan Allah ta’ala kepada kita dalam kitab-Nya yang mullia adalah berbuat adil di antara para istri. Allah ta’ala berfirman:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 129).

Keadilan yang dituntut adalah membagi giliran menginap di masing-masing istri, dalam memberikan hak nafkah, pakaian dan tempat tinggal. Jadi keadilan yang dituntut bukanlah dalam soal membagi perasaan cinta yang ada di hati, sebab seorang hamba tidak akan mampu menguasai perasaan hatinya.

Sebagian orang yang berpoligami ada yang lebih  cenderung dan berat kepada salah seorang istrinya, sehingga tak mengacuhkan yang lain. Seperti memberi giliran menginap atau nafkah lebih banyak daripada istrinya yang lain. Ini jelas suatu perbuatan haram. Pada hari  kiamat orang tersebut akan mendapati dirinya sebagaimana disabdakan oleh rasulullah shollaulohu alaihi wassalam:

Barangsiap memiliki dua istri dan ia cenderung kepada salah seorang dari keduanya, niscaya ia akan datang pada hari  kiamat dalam keadaan sisi badannya condong.[1]

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah; www.islamhouse.com

[1] Hadits riwayat Abu Daud; 2/601, dalam Shahihul Jami’, hadits; No; 6491.

Leave A Reply