Takut Kepada Allah Ta’ala

0

Takut kepada Allah merupakan adab tertinggi kepada Allah ta’ala. Rasa takut ini muncul dari ma’rifah (mengenal) kekuasaan Allah ta’ala, kekuasaan-Nya terhadap makhluk, keagungan kekuasaan-Nya, kerasnya siksaan dan hukuman Allah terhadap musuh-musuh Nya, musuh para rasul dan wali-wali Nya serta adzab yang diturunkan kepada mereka di dunia. Rasa takut juga muncul dengan memperhatikan ayat-ayat ancaman dan memikirkan apa yang telah disediakan oleh Allah bagi musuh-musuh Nya berupa adzab di dalam kubur dan di neraka jahannam. Begitu pula ketika seorang muslim meyakini bahwasannya Allah ta’ala berkuasa untuk mengadzab seluruh makhluk jika Dia menghendaki. Tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya dan tidak ada yang dapat terlepas dari hokum-Nya. Bahwasannya adzab Allah ta’ala tidak dapat dibayangkan dahsyatnya. Jika seorang muslim mengimani semua itu niscaya akan membuahkan rasa takut kepada Allah ta’ala, hingga rasa takut memenuhi hatinya, berjalan di seluruh urat nadinya dan mengalir seperti aliran darah. Rasa takut ini akan mencegah seorang muslim dari perbuatan maksiat kepada Allah ta’ala dan mencegahnya untuk melakukan perkara yang Dia benci, sebagaimana firman-Nya ta’ala:

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku. (QS. Az-Zumar: 16).

Demikian juga firman Allah ta’ala:

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (QS. Thahaa: 113).

Rasa takut ini merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi seorang muslim, terlebih lagi semasa dia muda dan kuat. Maka sudah selayaknya rasa takut ini senantiasa dimiliki dan tidak terlepas dari seorang muslim di segala kondisi dan sepanjang umurnya.

Seorang muslim yang takut kepada Allah ta’ala akan dapat memetik faidah yang sangat besar. Tidak adanya rasa takut kepada-Nya ta’ala merupakan adab yang buruk dan dapat mendorong seseorang jatuh ke dalam maksiat kepada-Nya, melanggar hokum-hukum Nya serta mengerjakan apa yang diharamkan Allah ta’ala.

Rasa takut kepada Allah ta’ala akan membuahkan banyak hal, di antaranya:

  1. Meninggalkan maksiat kepada Allah ta’ala dan menjauhinya.
  2. Menunaikan semua kewajiban dan amal ketaatan, serta bersegera melakukannya dan selalu menjaganya.
  3. Selalu bergantung kepada Allah ta’ala. Sebab, tidak ada tempat lari dari-Nya kecuali kepada-Nya dan tidak ada yang dapat menyelamatkan dari adzab-Nya kecuali Dia semata.
  4. Ketetapan hati di hadapan para makhluk dan tidak merasa takut kepada mereka. Sebab, hati yang dipenuhi rasa takut kepada Allah ta’ala tidak akan takut kepada selain-Nya. Bahkan, seluruh makhluk takut kepadanya. Sampai-sampai engkau mendapati para pendosa takut kepada seorang yang shalih. Sebaliknya, dia tidak takut kepada mereka.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Leave A Reply