Syi’ah

0

Syi’ah adalah mereka yang mengaku-aku mengikuti dan menolong ahli bait. Allah berfirman ketika menyebutkan kisah Nuh:

“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).” (QS. Ash Shaffat : 83)

Yaitu Ibrahim mengikutinya dan menolong agamanya (Nuh) karena setelah Allah mengisahkan Nuh ‘Alaihis Salam, Dia berfirman dengan ayat di atas. Makna asal syi’ah berarti mengikuti dan menolong.

Kemudian nama ini diterapkan kepada golongan ini yaitu golongan yang menyatakan bahwasanya mereka mengikuti ahli bait yaitu Ali bin Abi Thalib Radliyallahu ‘Anhu dan keturunannya.

Mereka menganggap bahwa Ali diwasiati kekhalifahan sesudah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan bahwasanya Abu Bakar, Umar, Utsman dan para shahabat telah menzhalimi Ali dan merampas kekhalifahan darinya. Demikianlah mereka menyatakan. Sungguh mereka telah berdusta tentang hal itu karena sesungguhnya para shahabat berkumpul dan sepakat untuk membaiat Abu Bakar dan Ali pun termasuk dari mereka (shahabat) ketika dia ikut membaiat Abu Bakar, Umar dan Utsman.

Hal itu berarti bahwa sesungguhnya mereka telah menuduh Ali Radliyallahu ‘Anhu mengkhianati wasiat itu (karena beliau ikut membaiat, ed.).

Mereka mengkafirkan para shahabat kecuali sedikit dari para shahabat yang mereka anggap baik. Mereka melaknat Abu Bakar dan Umar dan memberi gelar keduanya dengan sebutan “dua berhala Quraisy”.

Termasuk dari madzhab mereka, mereka ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap imam-imam dari kalangan ahli bait. Bahkan mereka memberikan hak kepada imam-imam tersebut untuk membuat syariat dan menghapus hukum-hukum.

Mereka juga menyangka bahwa Al Quran telah diselewengkan dan dikurangi. Bahkan perbuatan mereka sudah sampai pada menjadikan para imam sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan mereka membangun kubur-kubur imam tersebut dan memberi kubah-kubah di atasnya kemudian mereka ber-thawaf mengelilinginya. Di atas kuburan itu juga mereka menyembelih dan bernadzar.

Syi’ah terpecah menjadi golongan yang banyak, sebagiannya lebih ringan kesesatannya dari yang lain dan sebagian lebih keras dari yang lain. Di antara golongan syi’ah: Zaidiyyah, rafidlah itsna ‘asyariyah, ismailiyyah dan fathimiyyah, qaramithah dan lain-lain.

Demikianlah setiap orang yang berpaling dari kebenaran, mereka senantiasa dalam perselisihan dan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya sungguh mereka telah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 137)

Maka barangsiapa yang berpaling dari Al Haq akan diberi musibah dengan kebatilan, penyimpangan, perpecahan dan tidak akan tercapai tujuan bahkan berakhir dengan kerugian. Wal iyadzu billah.

Syi’ah terpecah ke dalam golongan dan aliran yang banyak. Qadariyah terpecah ke dalam golongan dan aliran yang banyak. Khawarij terpecah ke dalam golongan dan aliran yang banyak seperti al azriqah, al haruriyyah, an najdat, ash shafariyyah, al ibadhiyyah. Sebagian mereka ghuluw dan sebagian lain tidak.

Dikutip dari: Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan; Membongkar Firqah-firqah Sesat; Pustaka As-Salaf.

Leave A Reply