Syaikh Muhammad al Amin Asy Syinqithi (Penulis Tafsir Adhwaul Bayan) Dalam Pandangan Syaikh Al Utsaimin

0
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Ustaimin – rohimahulloh- menceritakan tentang Syaikh Muhammad Al-Amin bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi (wafat 1393 H) – rohimahulloh- yang tak lain adalah gurunya sendiri. 

Beliau berkata: “Dahulu ketika kami masih menjadi santri di Ma’had Al ‘Ilmi di Riyadh. Saat kami duduk-duduk di kelas, tiba-tiba ada seorang guru (syaikh) masuk menemuai kami. Maka ketika aku melihatnya, aku pun berkomentar: “Orang badui ini dari Arab plosok (A’robi), tidak punya perbendaharaan ilmu, bajunya lusuh, tidak memiliki berkas-bekas kewibawaan, tidak mempedulikan penampilan lahiriah. Ia pun jatuh (kedudukannya) di mata kami.
Aku teringat Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di, aku pun membatin, ‘Aku tinggalkan Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di untuk duduk di depan orang badui ini?!’ Maka ketika Asy Syinqithi memulai pelajarannya, beliau pun menghujani kami dengan mutiara-mutiara dari faidah-faidah ilmunya, dari lautan ilmunya yg meluap. Maka kami menjadi tahu bahwa kami ini sedang berada di hadapan imam yg benar-benar ahli, termasuk ulama dan salah satu tokoh terkemukanya. Kami memperoleh faidah dari ilmu, akhlak, zuhud, dan waro’nya.”
(Ad Durr Ats Tsamin fi Tarjamah Faqihil Ummah Al ‘Allamah Ibni ‘Utsaimin hal. 51-52)
Sumber:
http://almarwadi.wordpress.com/2013/02/20/asy-syinqithi-sang-badui-yang-menakjubkan/

Leave A Reply