SIFAT SURGA DAN PENGHUNINYA

0

Surga adalah tempat penuh kenikmatan yang Allah  berikan kepada hamba-hamba-Nya dari kalangan para nabi, para shiddiq, para syuhada’ dan orang-orang shalih. Tempat yang memiliki kebun-kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Tempat yang batu bata istananya terbuat dari lapisan emas dan perak, lantainya beraroma misk, kerikilnya dari permata dan intan berlian, lapisan tanahnya berupa minyak za’faran dan kemahnya terbuat dari permata cekung. Demi Allah , tempat itu penuh dengan kemilau cahaya, kenikmatan yang menyenangkan hati, sungainya tiada berujung, penuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran serta para istri yang baik, penuh dengan pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas serta air yang melimpah-ruah. Wahai hamba Allah , sesungguhnya di sana kalian dapat makan dan bersenang-senang dengan sepuas-puasnya, dan tidak akan pernah kencing kecuali hanya akan keluar keringat yang seharum aroma misk.
Di sana, kalian akan bercanda-ria tanpa pernah pernah menangis, berjalan tanpa pernah mendaki dan akan terus hidup tanpa pernah mati. Di sana penuh dengan wajah-wajah kegembiraan seraya bersenda-gurau dengan sepuas-puasnya. Di sanalah tempat kecantikan hakiki, yaitu kemolekan yang dimiliki bidadari-bidadari surga yang menyejukkan mata. Dan di sanalah tempat segala kenikmatan abadi yang menyenangkan. Di sana akan disingkap hijab (tabir penutup) sehingga kita dapat melihat wajah Allah . Wahai hamba Allah , surga itu belum pernah ada yang melihat dan mendengarnya, bahkan belum pernah terbetik dalam lubuk hati seorangpun.
Nabi saw Adalah Orang Yang Pertama Kali Masuk Surga
“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang taqwa kepada Yang Maha Pemurah sebagai putusan yang terhormat” QS. Maryam (19): 85
“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan” QS. Az-Zukhruf (43): 68-70
1. Dari Anas bin Malik , ia berkata bahwa Rasulullah  bersabda:
“Pada hari kiamat nanti aku akan mendatangi pintu surga dan meminta izin untuk dibuka, maka malaikat penjaganya berkata: Siapa kamu ini? Aku menjawab? Saya adalah Muhammad. Lalu dia berkata: Hanya kepadamu aku taat dan aku tidak akan membukanya untuk seorangpun sebelum kamu memasukinya”
Sifat dan Jumlah Generasi Pertama Yang Masuk Surga
2. Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya generai pertama yang masuk surga adalah orang-orang yang rupanya bagaikan bulan purnama. Dan rupa orang-orang setelahnya adalah bagaikan bintang yang bercahaya kemilau. Mereka tidak akan pernah buang air kecil ataupun besar dan tidak pernah mengeluarkan ingus dan dahak. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka sewangi aroma misk dan pedupaan mereka dari kayu India. Isteri-isteri mereka adalah para bidadari yang bermata lentik dan bentuk mereka hampir sama semuanya yaitu seperti bentuk Adam sepanjang 60 hasta di langit”
3. Dari Abi Hazm , dari Sahl bin Sa’ad bahwa Rasulullah  bersabda:
“Ummatku akan masuk surga sebanyak 60.000 atau 70.000 orang dengan saling bergandengan tangan, hingga apabila yang pertama telah memasukinya maka otomatis yang terakhirpun masuk. Rupa mereka bagaikan kemilau bulan purnama”
4. Dari Ibnu ‘Abbas , ia berkata bahwa Nabi  bersabda:
“Diperlihatkan kepadaku semua ummat (pada hari kiamat), maka aku melihat seorang nabi diikuti oleh beberapa orang, dan seorang nabi diikuti oleh satu atau dua orang saja, bahkan ada seorang nabi yang tidak diikuti oleh seorangpun.Tiba-tiba diperlihatkan kepadaku suatu kaum yang banyak jumlahnya yang aku kira sebagai ummatku, tetapi dikatakan kepadaku: Itu adalah Musama dan kaumnya, sekarang coba lihat ke arah yang lain. Maka akupun melihatnya dan ternyata jumlahnya lebih banyak lagi, maka dikatakan kepadaku: Itulah ummatmu, di antara mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa dihisab dan tanpa diadzab terlebih dahulu. Kemudian beliau bangkit dan masuk ke rumahnya. Maka orang-orangpun ramai memperbincangkan tentang golongan tersebut, hingga ada yang berkata: Mungkin saja mereka adalah orang yang menjadi sahabat Rasulullah. Yang lain berkata: mungkin saja mereka adalah orang-orang ya dilahirkan dalam lingkungan Islami sehingga tidak pernah berbuat syirik. Yang lain menyenutkan beberapa pendapat yang lain lagi. Dan ketika Rasulullah keluar beliau berkata: apa yang sedang kalian perdebatkan. Merekapun menyebutkan peristiwa tersebut di atas, maka beliau bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah meruqyah ataupun meminta ruqyah, tidak pernah bertathayyur dan mereka hanya bertawakkal kepada Allah saja. Kemudian ‘Ukasyah bin Mihshan berdiri seraya berkata: Doakanlah kepada Allah agar diriku termasuk golongan mereka? Beliau bersabda: Engkau termasuk golongan mereka. Tiba-tiba ada yang berdiri seraya berkata: Doakanlah kepada Allah agar akupun termasuk golongan mereka? Maka beliau berkata: Engkau telah didahului ‘Ukasyah”
Kedudukan Terendah dan Tertinggi Bagi Penghuni Surga
5. Dari Al-Mughirah bin Syu’bah , yang disambungkan kepada Rasulullah  bahwa beliau bersabda:
“Musa berkata kepada Rabbnya: Apakah kedudukan terendah bagi penghuni surga? Dijawab: ”
“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata……” QS. As-Sajdah (32): 17
6. Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah  bersabda:
“Allah berfirman: Aku telah mempersiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan belum pernah terlintas dalam lubuk hati. Jika kalian suka, maka bacalah: “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata……”
Pintu-pintu Surga
Pintu surga ada delapan buah – sebagaimana penjelasan yang telah lalu –, jarak dua sisi dari satu pintu adalah seperti jarak antara Mekkah dengan Hajar atau jarak antara Mekkah dengan Bushra . Maka setiap orang shalih akan diseru sesuai dengan amal perbuatannya. Apabila dia termasuk ahli shadaqah, maka akan diseru dari pintu shadaqah. Apabila termasuk ahli shiyam (puasa), maka akan diseru dari pintu Ar-Rayyan. Dan ada juga satu golongan yang diseru dari setiap pintu, yang kemungkinan besar adalah As-Sabiqun (orang yang lebih dahulu berlomba dalam kebaikan).
“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya” QS. Az-Zumar (39): 73
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka” QS. Shaad (38): 49-50
7. Dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah  bersabda:
“Barangsiapa yang menginfakkan emas dan perak di jalan Allah, maka akan diseru dari salah satu pintu surga dengan ucapan: Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka akan diseru dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan diseru dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan diseru dari pintu Ar-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli shadaqah, maka akan diseru dari pintu shadaqah. Maka Abu Bakar berkata: Bapak dan ibuku sebagai jaminannya, wahai Rasulullah, apakah ada orang yang akan diseru dari semua pintu? Rasulullah bersabda: Ya ada, dan aku harap engkau termasuk di antara mereka”
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:
“Hadits di atas mengisyaratkan bahwa sedikit sekali orang yang akan diseru dari semua pintu. Hadits tersebutpun mengisyaratkan bahwa yang dimaksud dengan amalan dalam yang disebutkan dalam hadits bukanlah amalan wajibnya karena banyak orang yang mengerjakan kewajiban, berbeda dengan amal tathawwu’ (sunnah) karena sangat sedikit orang yang mengerjakan semua jenis amal. Dan sesungguhnya maksud diserunya seseorang dari semua pintu adalah hanya sebagai penghormatan. Kalau tidak demikian, maka sesungguhnya ia masuk hanya dari satu pintu, yaitu pintu amal secara umum, wallahu a’lam”
8. Dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah  bersabda:

إن فى الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل معهم أحد غيرهم يقال: أين الصائمون؟ فيدخلون منه، فإذا دخل آخرهم أغلق فلم يدخل منه أحد

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan di mana orang-orang yang puasa akan masuk surga melaluinya pada hari kiamat kelak, padahal tidak ada orang lainpun yang dapat memasukinya hingga dikatakan: Di mana lagi orang-orang yang puasa? Maka merekapun memasukinya, dan apabila mereka telah masuk semua, maka pintu tersebut akan ditutup hingga tidak ada seorangpun yang dapat memasukinya”
Tingkatan Surga
Derajat atau tingkat kedudukan di surga banyak sekali. Jarak antara dua tingkatan sama dengan jarak antara langit dan bumi. Di antaranya adalah seratus tingkatan bagi para mujahid dan tingkatan yang lainnya adalah bagi kaum mu’minin dan para ulama.
“Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)” QS. Maryam (20): 75
“……Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS. Al-Mujaadilah (58): 11
“…… Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” QS. An-Nisaa’ (4): 95-96)
9. Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah  bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan puasa Ramadhan, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke surga. Demikian pula orang yang berjihad di jalan-Nya dan orang yang bermajlis di tanah kelahirannya. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, apakah hal gembira ini harus kami kabarkan kepada orangorang? Dijawab: Sesungguhnya di surga terdapat seratus tingkatan yang khusus disediakan Allah bagi para mujahid. Jarak antara kedua tingkatan setara dengan jarak antara langit dan bumi. Maka apabila kalian berdoa, maka mintalah surga Al-Firdaus, karena merupakan tingkat pertengahan atau tingkat tertingginya surga. Atau dikatakan: Di atasnya terdapar ‘Arsy Allah dan darinya mengalir sungai-sungai surga”
10. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash , ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:
“Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an: Baca, maju dan tartilkanlah (bacaanmu) sebagaimana engkau mentartilkannya ketika di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) adalah sesuai akhir ayat yang engkau baca”
Ketinggian Ruangan Surga
“Tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya” QS. Az-Zumar (39): 20
11. Dari Abu Sa’id Al-Khudri  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya ahli surga akan dapat melihat para penghuni ruangan tinggi yang ada di atasnya sebagaimana mereka melihat bintang yang bergeser di ufuk Barat maupun Timur, hal ini tiada lain menunjukkan perbedaan keutamaan di antara mereka. Mereka bertanya: wahai Rasulullah, sesungguhnya kedudukan tinggi tersebut hanya dapat dicapai oleh para nabi, tidak yang selainnya? Dijawab: Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul”
Makanan Penghuni Surga
“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan” QS. Az-Zukhruf (43): 68-73
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga-surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perewan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, (dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian)” QS. Al-Waaqi’ah (56): 10-40
12. Dari Jabir bin Abdullah , ia berkata bahwa aku mendengar Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya penghuni surga akan makan dan minum, namun mereka tidak akan pernah meludah, buang air kecil ataupun besar dan tidak pernah mengeluarkan ingus dan dahak. Dikatakan: Apa saja makanan mereka? Dijawab: Adalah berupa pergeseran rongga perut dan wewangian sewangi aroma misk yang diilhamkan melalui tasbih dan tahmid sebagaimana diilhamkannya detak nafas”
Kemah, Kebun dan Debu Surga
13. Dari Abu Musa Al-Asy’ari , bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya di surga terdapat kemah dari permata cekung yang pangjangnya sejauh 60 mil yang diperuntukan bagi seorang mu’min. Di dalamnya terdapat sanak-keluarganya yang senantiasa ia kitari, namun sebagian dengan yang lainnya tidak dapat saling melihat”
14. Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:
“Kemudian Jibril membawaku pergi hingga kami sampai di Sidrah Al-Muntaha yang dilingkupi suatu warna yang belum pernah kuketahui. Kemudian aku aku dimasukkan surga yang di dalamnya terdapat kubah atau kemah yang terbuat dari permata, dan ternyata lapisan tananhya berupa misk”
15. Dari Abu Musa Al-Asy’ari , bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Ada dua surga yang terbuat dari perak, demikian pula dengan mangkok dan peralatan lainnya, dan ada juga dua surga yang terbuat dari emas, demikian pula mangkok dan peralatan lainnya. Tidaklah suatu kaum dapat melihat wajah Allah kecuali dikarenakan tertutup oleh selendang keagungan yang diletakkan di surga ‘Adn”
Sifat Pohon Surga
16. Dari Abu Sa’id Al-Khudri  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang apabila ditarik oleh seekor kuda yang kuat selama 100 tahun, niscaya pohon tersebut tidak akan tumbang”
17. Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah  bersabda:
“Tidak ada sebuah pohonpun di surga kecuali dahannya adalah emas”
Sifat Pasar Surga
18. Dari Anas bin Malik , bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pasar yang diramaikan pada hari Jum’at. Dan tatkala berhembus angin Utara yang menerpa wajah mereka (penghuni surga), maka rupa mereka bertambah elok dan rupawan hingga mereka akan kembali menemui keluarga mereka yang juga dalam keadaan bertambah elok dan rupawan. Maka keluarganya akan berkata: Demi Allah, kalian sekarang bertambah elok dan rupawan. Merekapun menyahut: Dan demi Allah, kalianpun sekarang bertambah elok dan rupawan”
Sifat Istana Surga
“Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar” QS. At-Taubah (9): 72
19. Dari Jabir bin Abdullah , ia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Suatu saat aku pernah masuk surga dan ternyata aku jumpai sebuah istana dari emas, maka aku bertanya: Milik siapa ini? Mereka menjawab: Milik seorang Quraisy. Maka tidaklah ada yang menghalangi untuk memasukinya, wahai Ibnu Al-Khaththab kecuali dikarenakan kecemburuanmu. Iapun berkata: Dan akupun cemburu kepadamu, wahai Rasulullah”
Sifat Sungai Surga
“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah” QS. Al-Kahfi (18): 30-31
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya” QS. Muhammad (47): 15
20. Dari Anas bin Malik , ia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Suatu saat aku pernah masuk surga dan ternyata aku jumpai sebuah sungai yang kedua tepinya terdapat kemah dari permata. Kemudian aku sibak air yang mengalir dengan kedua tanganku, maka ternyata aromanya sewangi misk. Aku bertanya: Wahai Jibril, apa ini? Ini adalah telaga Al-Kautsar yang diberikan Allah kepadamu”
Sifat Bidadari Yang Jelita
“Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik” QS. Ash-Shaaffaat (37): 48-49
“Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah” QS. Ar-Rahman (55): 72
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, didalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya” QS. Shaad (38): 49-54
“Laksana mutiara yang tersimpan baik” QS. Al-Waaqi’ah (56): 23
21. Dari Anas bin Malik  bahwa Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya berangkat di jalan Allah, baik di waktu pagi maupun sore adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya busur panah atau ikatan salah seorang di antara kalian dari surga adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Seandainya bidadari penghuni surga melihat penghuni bumi, niscaya dia akan dapat menerangi jarak di antara keduanya dan akan memenuhinya dengan aroma wangi. Dan sesungguhnya penutup muka yang dia kenakan adalah lebih baik dari pada dunia dan seisinya”
22. Dari Anas bin Malik  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Seorang mu’min penghuni surga akan diberikan kekuatan sebesar begini dan begini dalam melakukan hubungan jima’. Dikatakan: Wahai Rasulullah, apakah mampu? Tentu, karena diberikan kekuatan seratus kali”
23. Dari Abdullah bin ‘Umar  bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya para istri (bidadari) penghuni surga akan bernyanyi umtuk para suaminya dengan suara yang sangat merdu yang belum pernah didengar oleh seorangpun. Di antara lantunan lagu yang mereka dendangkan berbunyi: Kami adalah bidadari-bidadari yang baik nan cantik, istri kaum yang mulia, kami melihat dengan pandangan yang menyejukkan. Lantunan yang lainnya berbunyi: Kami adalah wanita yang kekal tiada mati, kami adalah wanita terpercaya tiada khianat,…………”
24. Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah  ditanya:
“Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri kami ketika di surga? Beliau menjawab: Sesungguhnya seseorang akan mendatangi istrinya ketika di surga sebanyak seratus kali, namun dia masih tetap gadis”
Kelanggengan Nikmat Surga
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman” QS. An-Nisaa’ (4): 57
25. Dari Abu Sa’id Al-Khudri  bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya Allah berkata kepada penghuni surga: Wahai penghuni surga! Mereka menjawab: Baik wahai Rabb kami, sesungguhnya kebaikan ada ditangan-Muhammad. Allah berkata: Apakah kalian ridha? Dijawab: Apa yang menyebabkan kami tidak ridha, wahai Rabb, sedangkan Engkau telah memberikan kami karunia yang tidak pernah diberikan kepada yang lainnya. Allah berkata: Maukah Aku berikan karunia lain yang lebih baik? Dijawab: Wahai Rabb, karunia apakah yang lebih baik lagi selain yang telah kami peroleh? Allah berkata: Yaitu aku berikan kepada kalian keridhaan-Ku hingga setelahnya Aku tidak akan marah selama-lamanya”
26. Dari Abu Sa’id Al-Khudri  dan Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Seorang penyeru berkata: Sesungguhnya kalian (penghuni surga) akan senantiasa sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya. Dan kalianpun akan senantiasa hidup dan tidak akan mati selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan senantiasa muda dan tidak akan tua selama-lamanya serta kalianpun akan bergelimang kenikmatan dan tidak akan pernah kekurangan selam-lamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah: “……Dan diserukan kepada mereka: Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan” QS. Al-A’raaf (7): 43″
27. Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Barangsiapa yang masuk surga, maka akan selalu bergelimang kenikmatan dan tidak pernah kekurangan. Pakaiannya tidak akan usang dan masa mudanya tidak akan hilang”
28. Dari Zaid bin Arqam  bahwa sesungguhnya Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya seorang (suami) penghuni surga akan diberi kekuatan 100 kali lipat, baik dalam makan, minum, jima’ maupun dalam syahwatnya. Kemudian ada seorang Yahudi bertanya: Sesungguhnya orang yang makan dan minum pasti akan membuang hajatnya! Beliau bersabda: Hanya akan keluar keringat dari kulitnya, dan setelah itu perutnya kembali kosong”
Keagungan Karunia Surga
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat” QS. Al-Qiyaamah (75): 22-23
29. Dari Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi  bahwa Rasulullah  bersabda:
“Apabila penghuni surga telah memasuki surga, maka Allah berkata: Adakah tambahan karunia yang kalian inginkan? Dijawab: Bukankah telah Engkau buat wajah kami berseri-seri? Dan bukankah telah Engkau masukkan kami ke dalam surga dan bebaskan kami dari neraka? Bukankah ini cukup? Kemudian Allah pun menyingkap hijab (yang menutupi-Nya), maka tidak ada sesuatupun yang lebih mereka senangi selain kenikmatan melihat wajah Rabb mereka” Dalam riwayat lain disebutkan: “Kemudian Rasulullah membaca firman Allah: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya……” QS. Yunus (10): 26
Pertanyaan Penghuni Surga Tentang Para Pendusta
Ketika penghuni surga sedang berhadap-hadapan seraya duduk di atas dipan-dipan mereka dan para pelayan hilir mudik menyiapkan hidangan yang paling lezat bagi mereka, tiba-tiba salah seorang darii mereka teringat akan nasib saudaranya yang tidak mempercayai hari pembalasan dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Kemudian terdengar sebuah suara yang berseru: Apakah kalian ingin melihat keadaan mereka? Maka merekapun melihat para pendusta tersebut berada di tengah-tengah neraka Jahim. Saat itu, penghuni surga yang dahulu adalah temannya berkata: Celaka engkau, seandainya engkau taat kepada Allah niscaya tidak akan begini jadinya. Dan kalau bukan karena karunia Allah, niscaya akupun akan bernasib sepertimu.
“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rizki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat. di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan? Berkata pulalah ia: Maukah kamu meninjau (temanku itu)? Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidak karena nikmat Rabbku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka). Maka apakah kita tidak akan mati?, melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan seperti ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja” QS. Ash-Shaaffaat (37): 40-61

UNTUK KEMENANGAN SEPERTI INI
HENDAKLAH BERUSAHA DENGAN BERAMAL!
Benar sekali, wahai hamba Allah! Untuk menggapai kemenangan seperti ini, hendaklah berlomba-lomba. Dan untuk meraih surga tersebut, hendaklah memperbanyak shalat, puasa dan shadaqah serta hendaklah menjaga kesucian diri bagi orang-orang yang mempunyai perasaan takut kepada Rabbnya. Wahai hamba Allah, sesungguhnya kehidupan dunia adalah tempat tinggal yang melalaikan lagi fana. Berbeda dengan kehidupan akhirat, maka dia ada di hadapan kita lagi kekal abadi. Sekarang, tahukah engkau apa yang menyebabkan Rasulullah  bersabda:

لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا و لبكيتم كثيرا

“Seandainya kalian mengetahui sebagaimana aku mengetahuinya, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis”
Dan seandainya engkau telah membaca risalah ini, maka dengan penuh keyakinan dapat saya katakan bahwa engkau telah mengetahui rahasia hadits tersebut.
Wahai hamba Allah, marilah kita jauhi jalan-jalan kesesatan dan kita rengkuh jalan Allah  Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Mari bertaubat dan memperbaiki diri apabila umur kita masih tersisa, karena kita tidak akan pernah mengetahui apakah kita akan dapat bertemu kembali dengan waktu pagi ataupun sore?
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah  bahwa Allah  berfirman:
“Urusanku tergantung persangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku, dan aku akan bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Demi Allah, sesungguhnya Allah lebih bergembira menerima taubat salah seorang di antara kalian, daripada kegembiraan seseorang yang telah menemukan kembali kendaraannya yang hilang tatkala berada di lembah tandus. Barangsiapa bertaqarrub kepada-Ku dengan sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sejauh sehasta, dan barangsiapa bertaqarrub kepada-Ku dengan sehasta, maka Aku akan mendekatinya sejauh selangkah. Dan apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari”
“Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan:”Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). atau supaya jangan ada yang berkata:”Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa”. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab:”Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik” (Bukan demikian) sebenarnya telah datang ketetapan-ketetapan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan kamu adalah termasuk orang-orang yang kafir” QS. Az-Zumar (39): 53-59

REFERENSI
1. Al-Qur’an Al-Karim.
2. Ahkam Al-Jana’iz, Muhammad Nashir Ad-Din Al-Albani, Beirut 1388 H – 1969 M.
3. Al-Ahadits Ash-Shahihah, Muhammad Nashir Ad-Din Al-Albani, cetakan Al-Maktab Al-Islami.
4. At-Targhib wa At-Tarhib, Abu Muhammad Zakiyuddin ‘Abd Al-‘Adzim bin Abd Al-Qawi’ Al-Mundziri, Kairo 1379 H – 1960 M.
5. Ar-Ruh, Abu Abdillah Syams Ad-Din bin Qayyim Al-Jauziyyah, Beirut 1395 H – 1975 M.
6. Al-Mustadrak, Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Al-Hakim An-Naisaburi, Riyadh.
7. Tafsir Ibnu Katsir, Beirut 1389 H – 1970 M.
8. Sunan Ibnu Majah, Abu Abdillah Muhammad bin Yazid Al-Qazwaini, Kairo 1372 H – 1952 M.
9. Sunan Abu Dawud, Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani Al-Azdi, cetakan Dar Al-Fikr.
10. Sunan Ad-Darimi, Abu Muhammad Abdullah bin Abd Ar-Rahman bin Al-Fadhl bin Bahram Ad-Darimi, cetakan Dar Ihya’ As-Sunnah An-Nabawiyyah.
11. Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, Jalal Ad-Din Abd Ar-Rahman bin Abi Bakr As-Suyuthi, editor Al-Albani, 1388 H – 1969 M.
12. Shahih Muslim, Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi An-Naisaburi, Kairo 1373 H – 1955 M.
13. Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi, Kairo, cetakan Al-Maktabah Al-Mishriyyah.
14. ‘Aridhah Al-Ahwadzi bi Syarh Shahih At-Tirmidzi, Beirut, cetakan Dar Al-‘Ilm li Al-Jami’.
15. Fath Al-Bari bi Syarh Al-Bukhari, Kairo 1378 H – 1959 M.
16. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Beirut 1389 H – 1969 M.
17. Misykah Al-Mashabih, Wali Ad-Din Muhammad bin ‘Abdillah Al-Khathib Al-‘Umari At-Tabarizi, Damsyiq 1380 H – 1961 M.

Leave A Reply