Shalat Subuh Di Waktu Isfar

0

     

     Pertanyaan: Sebagian orang ada yang terlambat shalat fajar (shubuh) hingga waktu Isfar (mendekati terbitnya matahari) dengan alasan bahwa hal tersebut berdasarkan hadits: “Lakukanlah (shalat) fajar pada saat mendekati terbitnya matahari, karena sesungguhnya hal tersebut sangat besar pahalanya”. Apakah hadits tersebut shahih ? dan bagaimana mengkompromikannya dengan hadits: “(Amal yang paling utama adalah) shalat tepat pada waktunya”.

     Jawaban: Hadits yang disebutkan adalah hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ahlus Sunan dengan sanad yang shahih dari Rafi’ bin Khudaij t, dan hal tersebut tidak bertentangan dengan hadits shahih yang menunjukkan bahwa Rasulallah r shalat subuh pada saat hari masih gelap, begitu juga tidak bertentangan dengan hadits “(amal yang paling utama adalah) shalat tepat pada waktunya”. Akan tetapi makna yang dimaksud menurut jumhur ulama adalah menunda shalat fajar sampai jelas datangnya waktu fajar, kemudian dilaksanakan sebelum hilangnya kegelapan sebagaimana dahulu Rasulallah r melakukannya, cuma saja saat Mudjalifah (saat melaksanakan ibadah haji) diutamakan untuk melakukannya lebih cepat, yaitu saat terbitnya fajar, sebagaimana perbuatan Rasulallah r pada saat haji wada’.
Dengan demikian hadits-hadits yang shahih tersebut dapat dikompromikan tentang saat melaksanakan shalat fajar, akan tetapi semua itu hanyalah masalah keutamaan (afdhailiah).
Dan boleh mengakhirkan shalat subuh sampai sesaat sebelum terbitnya matahari, sebagaimana hadits Rasulallah r: “Waktu shalat fajar adalah sejak terbitnya fajar selama belum terbitnya matahari”. (HR. Muslim dalam shahihnya dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash)

 

Leave A Reply