Shalat Bagi Orang Sakit

0

 


Banyak orang yang sakit menganggap remeh terhadap shalatnya dan berkata, ‘Jika aku sembuh aku akan mengqadha shalat.’ Sementara sebagian lagi berkata, ‘Bagaimana saya dapat shalat sedangkan saya tidak dapat bersuci dan membersihkannya dari najis.’ Bagaimana sebaiknya kita mengarahkan mereka ?
Selama akal masih berfungsi, sakit bukanlah halangan bagi seseorang untuk meninggalkan shalat hanya karena alasan tidak dapat bersuci. Maka tetap merupakan kewajiban bagi orang sakit untuk shalat sesuai dengan kemampuannya dan bersuci dengan air jika dia mampu untuk itu, jika dia tidak mampu dia tidak mampu menggunakan aair maka hendaknya ia tayamum dan shalat. Dia juga harus menghilangkan najis yang terdapat di bajunya atau badannya dan mengganti baju yang terdapat najisdengan baju yang suci dari najis pada saat melakukan shalat, jika dia tidak mampu untuk mencuci najis atau mengganti yang terkena najis dengan baju yang suci, maka gugur baginya semua kewajiban-kewajiban itu, maka dia dapat melakukan shalat sebagaimana adanya, berdasarkan firman Allah: “Bertakwalah semampu kalian”. (QS. At-Taghabun:15)
“Jika aku memerintahkan sesuatu perkara, maka patuhilah semampu kalian”. (Mutafaq Alaih). Juga hadits Rasulallah saw kepada Umran bin Husain ra, tatakala dia mengadukan tentang penyakitnya, “Shalatlah kamu dengan berdiri, jika tidak mampu, maka duduklah, jika tidak mampu, maka hendaklah berbaring”. (HR. Bukhari dalam shahihnya dan riwayat An-Nasai dengan sanad shahih dengan tambahan: “jika tidak mampu maka berbaringlah”.

 

Leave A Reply