Saat-saat Terakhir Abu Bakar Ash-Shiddiq

0

 

Khalifah Abu Bakar sakit dan tampak ajalnya sudah dekat. Karenanya ia berpikir keras mencari orang yang akan menggantikannya sebagai khalifah. Putra Abu Bakar sendiri seandainya ditunjuk niscaya ia akan mampu menjalankan kekhalifahan dengan baik. Sahabat Ali juga diap dinominasikan –ditinjau dari keilmuan, adab dan perjuangannya, di samping itu ia juga saudara sepupu dan menantu rasulullah saw. Tetapi khalifah yang diambang ajal itu mengarahkan perhatiannya kepada Umar. Ia memandang Umar sebagai calon yang paling mumpuni dalam menjalankan pemerintahan dan diharapkan akan membela kepentingan rakyat. Akhirnya Umar pun dikukuhkan sebagai khalifah setelahnya.
Khalifah Abu Bakar kemudian memanggil putrinya, Aisyah. Ia berkata, “Unta yang biasa digunakan untuk mengangkut air dan pembantu negro itu adalah aset milik negara. Jubah yang aku pakai sekarang ini dibeli dengan uang gajiku. Bila aku meninggal, kembalikan semua ini kepada Umar, penerusku!”
Inilah kisah orang yang memiliki 40.000 dirham saat ia masuk islam. Saat ia berhijrah, ia hanya mengantongi uang 5.000 dirham, karena ia telah menyumbangkan sisanya demi kepentingan Islam. Saat pengiriman ekspedisi ke Tabuk, ia menymbangkan semua harta miliknya kepada nabi saw.
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply