Sa’ad Bersama Rasulullah SAW

0

 

 
Salah seorang lelaki di antara pengikut rasulullah saw bernama Sa’ad. Dia amat miskin dan termasuk ashab al-shafah; mereka melaksanakan shalat lima waktu di belakang rasulullah saw.

Rasulullah saw amat prihatin pada kemiskinan Sa’ad. Suatu hari, beliau saw berjanji padanya, “Jika saya memiliki harta, maka saya akan mencukupimu.” Setelah beberapa lama, beliau masih belum memiliki sesuatu dan rasa kasihan rasulullah atas kemiskinan Sa’ad semakin besar. Saat itu, Jibril datang menemui rasulullah saw dengan membawa dirham dan berkata, “Allah berfirman, “Kami mengetahui kesedihanmu atas kemiskinan Sa’ad. Jika engkau ingin agar dia terbebas dari kondisi tersebut, berikanlah padanya dua dirham untuk dipergunakan jual-beli.”
Rasulullah saw mengambil dua dirham itu. Tatkala keluar dari rumah dan hendak melaksanakan shalat Zhuhur, beliau melihat Sa’ad tengah berdiri di dalah satu pintu masjid. Rasulullah saw bertanya, “Apakah engkau dapat berjual beli?” Sa’ad menjawab, “Demi Allah, saya tak punya modal.”
Rasulullah saw memberikan kepadanya dua dirham itu dan bersabda, “Jadikanlah sebagai modalmu dan lakukanlah jual-beli.” Sa’ad mengambil uang itu lalu masuk ke masjid. Setelah shalat Zhuhur dan Ashar, dia sibuk mencari rejeki.
Usahanya yang kian besar menjadikannya tak segera bersiap-siap melaksanakan shalat, ketika bilal telah mengumandangkan adzan. Sebelumnya, dia biasa bersiap-siap sebelum adzan dikumandangkan. Rasulullah saw bersabda, “Wahai Sa’ad, engkau telah disibukkan oleh urusan dunia dan menghalangimu dari menunaikan ibadah.”
Sa’ad menjawab, “Apa yang harus saya lakukan? Jika saya tinggalkan begitu saja, maka saya akan mengalami kerugian. Saya berusaha menjual barang-barang ini dan menerima uangnya, lalu saya pergunakan untuk membeli barang lain.”
Rasulullah saw sedih tatkala menyaksikan dagangan yang menghalanginya melaksanakan ibadah. Jibril pun datang menemui beliau dan berkata, “Allah ta’ala berfirman, “Kami mengetahui kesedihanmu; mana kondisi Sa’ad yang lebih engkau sukai?”
Rasulullah saw menjawab, “Kondisinya dahulu jauh lebih baik baginya.” Jibril berkata, “Benar, cenderung pada dunia menjadikan manusia lalai akan akhirat; sekarang mintalah kembali dua dirham yang pernah engkau berikan kepadanya.”
Rasulullah saw menemui Sa’ad dan bekata, “Tidakkah engkau akan mengembalikan dua dirham yang kuberikan padamu?”
Sa’ad menjawab, “Jika anda menginginkan dua ratus dirham, saya akan memberikannya.” Rasul saw menjawab, “Tidak, berikanlah dua dirham yang telah engkau pergunakan.”
Sa’ad memberikan dua dirham kepada rasulullah saw dan tak lama kemudian kondisi ekonominya kembali seperti semula.
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply