Rendah Hati

0

Lawan takabur adalah tawadu/rendah hati. Setiap muslim hendaknya selalu rendah hati, tunduk kepada perintah Allah. Maka derajatnya akan diangkat Allah dan ditempatkn di sisi-Nya. Rasulullah menjelaskan:

Tidaklah seorang merendahkan diri di hadapan Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya. (HR. Muslim).

Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadu, sehingga setiap kamu tidak angkuh terhadap orang lain dan tidak saling menindas. (HR. Muslim).

Selama hidupnya, rasulullah saw selalu bersikap rendah hati, kasih sayang, lemah lembut dan penuh toleransi. Sekalipun terhadap anak-anak kecil. Sifat kenabian dan kedudukan tinggi beliau tidak menghalanginya berbuat baik dan berakhlak mulia yang khusus diberikan Allah. Beliau selalu memberi salam kepada anak-anak, bermuka manis kepada mereka dan meluangkan waktu sekedar untuk menyenangkan mereka.

Anas bin Malik mengatakan bahwa ketika melewati kerumunan anak-anak, beliau mengucapkan salam kepada mereka. (HR. Muttafaq Alaih).

Suatu ketika Tamim bin Usaid berkunjung ke Madinah, hendak bertanya masalah hokum syariat. Dia dengan mudah dapat berhadapan langsung dengan rasulullah saw, tanpa hijab/pembatas apapun padahal beliau adalah orang yang sangat tinggi kedudukannya, pemimpin pertama daulah islamiah. Ketika itu beliau sedang berkhotbah di atas mimbar. Lalu orang itu mengajukan beberapa pertanyaan kepada rasulullah, beliau menyambutnya dengan muka manis, rendah hati serta menjawab dengan sabar semua pertanyaan yang diajukan. Imam Muslim merwayatkan peristiwa tersebut sebagai berikut:

Saya menyampaikan (persoalan) kepada rasulullah saw ketika beliau sedang berkhotbah. Saya berkata, “Wahai rasulullah, seorang laki-laki datang kepada engkau hendak menanyakan masalah agamanya; ia tidak mengetahui apa-apa tentang agamanya itu.” Rasulullah saw menghadapku dan meninggalkan khotbahnya sampai (urusanku) selesai. Diambilnya kursi, lalu beliau duduk di atasnya dan memberikan pelajaran kepadaku dari apa-apa yang telah diberikan Allah kepada beliau (ilmu). Kemudian beliau melanjutkan khotbah hingga berakhir.

Rasulullah saw telah berhasil menanamkan akhlak islam kepada diri para sahabatnya untuk bersikap tawadhu (rendah hati) yang dibangun di atas landasan toleransi, lembut tutur kata dan perangai. Di suatu ketika beliau mengatakan:

Andaikan aku diundang makan dengan suguhan kaki kambing aku akan memenuhinya. Andaikan aku diberi hadiah kaki kambing pasti aku akan menerimanya. (HR. Bukhori).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

Leave A Reply