Qarun

0

 

 
Qarun adalah salah seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Fir’aun yang gemar menumpuk kekayaan. Bisnisnya dalam penyelenggaraan tempat-tempat hiburan dan maksiat mendapat dukungan raja. Kesempatan emas itu ia manfaatkan untuk mendominasi semua sector ekonomi di masa itu.

Dalam pengembangan proyek-proyeknya, Qarun sangat pandai mengambil hati masyarakat, sehingga mereka tidak menyadari kalau sebenarnya dirugikan. Di samping itu, ia juga berada dalam posisi yang menguntungkan, karena dekat dengan pejabat tinggi kerajaan, bahkan merupakan kepercayaan Fir’aun.
Qarun pelit dan rakus. Ketika Wahyu yang merwajibkan zakat turun kepada nabi Musa alaihissalam, ia mengajak kompromi agar kadar zakat seperseribu dari hartanya. Padahal menurut ketentuan waktu itu, kadar zakat adalah seperempat dari kepemilikannya.
Kunci gudang tempat penyimpanan hartanya, baru dapat terangkat jika dikerahkan enam puluh keledai. Itu belum harta lainnya yang tidak disimpan di gudang. Untuk menjaga keamanannya, ia memiliki pasukan keamanan yang masing-masing diberikan seragam sesuai dengan bidangnya.
Nabi Musa alaihissalam dianggap sebagai penghalang kebebasan geraknya. Pada suatu hari, Qarun mengadakan siding kilat untuk menyusun rencana fitnah terhadap nabi Musa alaihissalam dan menunjuk salah satu dari pegawainya untuk melaksanakan tugas.
“Carilah pelacur hamil dan bawa ke sini, supaya mengaku telah berzina dengan Musa.” Katanya.
“Wahai tuan Qarun, kuserahkan kepadamu perempuan yang kau pesan, ia cukup cantik dan berbadan dua.” Papar petugas itu.
“Hai pelacur, seribu dinar ini kuhadiahkan padamu dengan syarat kau mengaku telah bersetubuh dengan Musa dan kandunganmu itu sebagai buktinya.”
Wanita pelacur itu pun menuruti permintaan Qarun. Tepat pada hari raya, Qarun mengumpulkan orang banyak. Nabi Musa alaihissalam pun didatangkan. Qarun berkata, “Hai Musa, berilah kami nasehat mengenai hukuman bagi pezina dan pencuri sesuai agamamu.”
Nabi Musa alaihissalam mulai berpidato di depan umum, “Wahai orang-orang bani Israil dengarlah, barangsiapa mencuri potonglah tangannya, barangsiapa berzina rajamlah dan barangsiapa menuduh berzina maka cambuklah.”
“Meskipun engkau pelakunya?” Tanya Qarun.
“Ya, sekalipun aku pelakunya.”
Qarun berdiri dan berkata, “Hai sekalian bangsa Israil, Musa telah dituduh berzina dengan seorang wanita yang sekarang ada di sini.”
“Panggillah wanita yang kau maksudkan!” Ucap nabi Musa alaihissalam.
Qarun pun memanggil wanita pelacur yang telah disiapkan. Pelacur itu segera muncul dari kerumunan orang, lalu maju ke depan Qarun.
“Hai hadirin sekalian, inilah perempuan yang telah disetubuhi Musa, buktinya ia telah mengandung. Lihatlah perempuan ini. Musa telah bilang tentang aturan agamanya dan kalian semua menyaksikannya: pezina harus dirajam, ternyata dia sendiri yang berzina. Ayo rajamlah dia!”
Dengan tenang nabi Musa alaihissalam mendekati perempuan itu, kemudian mengangkat sumpah terhadapnya, “Wahai Fulanah, demi Allah yang menciptakanmu dan yang menurunkan Taurat, berterusteranglah; katakana apa yang kau alami sebenarnya, niscaya Allah akan menolongmu.”
Jawab perempuan itu, “Wahai Musa, ini semua sesungguhnya rekayasa Qarun untuk menghancurkan namamu dengan menyuapku seribu dinar. Kini kau selamat dari tuduhan itu.”
Mendengar kesaksian perempuan itu, nabi Musa alaihissalam langsung bersujud. Ia berdoa kepada Allah sambil menangis, “Ya Allah kalau aku benar-benar nabi-Mu, maka tolonglah aku.” Seketika turunlah Wahyu dari Allah, “Wahai Musa, sungguh telah Kujadikan bumi ini tunduk kepadamu, perintahlah ia sesuai kehendakmu.”
Nabi Musa alaihissalam segera berdiri dan berseru di tengah kerumunan orang banyak, “Siapa bersama Qarun, mengelompoklah bersamanya. Siapa bersamaku, menghindarlah dari Qarun dan berkelompoklah denganku.” Lalu menjauhlah orang-orang dari Qarun, kecuali dua orang yang tetap setia.
Nabi Musa alaihissalam menyampaikan perintah Allah kepada bumi, “Wahai bumi, telanlah Qarun beserta harta kekayaannya!” lalu bumi merekah di tempat Qarun berdiri. Qarun pun terperosok ke dalamnya.
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.
 

 

Leave A Reply