Permintaan Agar Ditalak Suami Tanpa Sebab Yang Dibolehkan Syara’

0

Ketika terjadi percekcokan dengan suami, banyak di  antara para istri yang langsung mengambil jalan pintas, yaitu  minta cerai. Ada juga perceraian itu disebabkan sang  suami tak mampu memberikan nafkah seperti yang diinginkan istri.
Padahal, terkadang keputusan itu diambil hanya pengaruh dari  sebagian keluarganya atau tetangganya yang memang hendak merusak keluarga orang lain. Bahkan tak jarang yang menantang suami dengan kata-kata yang menegangkan urat leher. Misalnya, kalau kamu  memang laki-laki, ceraikan aku.
Semua mengetahui, talak (perceraian), melahirkan banyak kerugian besar, terputusnya tali keluarga, lepasnya kendali anak dan terkadang disudahi dengan menyesal pada saat penyesalan tak lagi berguna dan sebagainya.
Dengan akibat-akibat seperti disebutkan di atas menjadi nyatalah dari hikmah syariat mengharamkan perbuatan tersebut, dalam sebuah hadits marfu, riwayat Tsauban disebutkan:
Siapa saja wanita yang minta diceraikan suaminya tanpa alasan yang dibolehkan, maka haram baginya bau surga.
Hadits marfu lain riwayat Uqbah bin Amir ra menyebutkan:
Sesungguhnya  wanita-wanita yang melepaskan dirinya dan memberikan harta kepada suaminya  agar diceraikan, mereka adalah orang-orang munafik.
Adapun jika memang ada sebab-sebab yang dibolehkan menurut syara’, seperti suaminya suka meninggalkan shalat, suka minum minuman keras dan narkotika atau  memaksa istrinya berbuat haram, suka  menyiksanya dan menolak memberikan hak-hak istri, tidak mau lagi mendengarkan nasihat dan tak berguna lagi  upaya ishlah (perbaikan), maka tidak mengapa bagi istri meminta cerai sehingga ia tetap dapat memelihara diri dan agamanya.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah; www.islamhouse.com

Leave A Reply