Perluasan Kerajaan Mataram Selama Dua Puluh Lima Tahun Terakhir Abad Ke-16

0

Panembahan Senapati, raja baru itu, karena merasa dirinya pengganti Sultan yang sah, berkeinginan menguasai juga semua raja bawahan Pajang. Mungkin raja Demak pada mulanya telah menyesuaikan diri dengan perubahan kekuasaan; ia mengikuti Panembahan Senapati dalam perlawatannya ke Jawa Timur. Tetapi keturunan terakhir dinasti Demak yang mulia itu akhirnya terpaksa meninggalkan tanah warisannya. Mula-mula ia menyingkir ke Malaka dan kemudian ke Banten.

Raja Pragola dari Pati ialah adik ipar Panembahan Senapati Mataram. Pragola ini pun mula-mina mengakui kekuasaan tertinggi Mataram. la baru memberontak sesudah Senapati bertindak dengan kekerasan di Madiun.

Pangeran Kudus, keturunan orang sucj yang besar peranannya dalam keruntuhan Kerajaan Majapahit yang “kafir” itu, mungkin sekitar tahun 1590 telah menyingkir ke Jawa Timur, untuk menghindarkan diri dari penjajahan raja Mataram.

Pangeran Benawa, anak Sultan Pajang, hanya sebentar berkedudukan di Jipang, sebelum ia dengan bantuan Senapati dari Mataram menjadi raja Pajang pada tahun 1587-1588.  Mungkin pada tahun 1591 satuan-satuan tentara Mataram telah merebut Jipang, sesudah Madiun diduduki. Menurut daftar tahun peristiwa Jawa, pada tahun 1598 Senapati memerintahkan untuk memperkuat Kota Jipang lagi dengan menggunakan tenaga kerja paksa dari daerah Pajang. Ini mungkin terjadi karena Jipang dan Bojonegoro merupakan daerah-daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 Baru pada tahun 1599, pada akhir hidupnya, Panembahan Senapati Mataram berhasil merebut kerajaan tua Jepara. Pada kesempatan itu mungkin kota raja Kalinyamat juga dihancurkan.

 Pada dasawarsa terakhir abad ke-16, raja merdeka yang pertama di Mataram telah berhasil – sekalipun dengan pertempuran-pertempuran sengit dan penghancuran yang dahsyat – menguasai daerah-daerah terpenting di Jawa Tengah, baik di pedalaman maupun sepanjang pantai utara. Dapat dipahami bahwa para penguasa setempat di Kedu dan Bagelen – yang semasa hidup Sultan Pajang sudah mempunyai hubungan baik dengan Mataram – tetap setia kepada Senapati sesudah menjadi raja merdeka. Dengan keluarga raja Cirebon di Jawa Barat hubungannya bersahabat, tetapi selama abad ke-16 hal itu tidak berarti banyak.

Dikutip dari; Kerajaan Islam Jawa; DR. HJ. DE GRAAF; Grafiti Pers.

Leave A Reply