PERLINDUNGAN DIRI DARI GANGGUAN SETAN

0

 Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al Quran dan hadist–hadist shahih berupa doa dan zikir. Karena Al Quran dan hadist adalah penawar, rahmat, petunjuk serta perlindungan dari kejahatan di dunia dan akhirat–dengan izin Allah.

 Diantara bentuk pertahanan tersebut adalah:

 Pertahanan pertama: Isti’azah kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A’uzubillah). Allah telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan kepada-Nya dalam setiap kondisi, khususnya saat hendak membaca Al quran, saat marah, saat was- was dan saat bermimpi buruk.

Allah  berfirman:

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat: 36 ) .

Allah  berfirman:

“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (Q.S. An Nahl: 98 – 99 ).

 Pertahanan kedua: Membaca bismillah. Bismillah menghalangi setan ikut serta saat seseorang makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan dan seluruh kondisinya.

Dari Jabir  berkata: “Aku mendengar Rasulullah  bersabda: “Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu mengucapkan ” bismillah” ketika masuk, dan ketika makan, syetan berkata kepada teman-temannya: “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam”, namun apabila ia masuk rumahnya dan tidak mengucapkan “bismillah” maka syetan berkata: “Kalian mendapatkan tempat menginap”, lalu apabila ia tidak mengucapkan “bismillah” ketika makannya, syetan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan”. HR. Muslim.[1]

Dari Ibnu Abbas  dari Nabi  bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan : (Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari rezki yang akan Engkau berikan kepada kami), lalu ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, syetan tidak akan bisa menimpakannya kemudharatan selamanya”. Muttafaq ’alaih.[2]

 Pertahanan ketiga: Membaca mu’awwizatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain. Mu’awwizatain adalah surat Al Falaq dan An Naas: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (Q.S. Al Falaq: 1)

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (Q.S. An Naas: 1)

Dari Uqbah bin ‘Amir berkata: saat aku berjalan bersama Rasulullah antara Juhfah dan Abwa’ malam itu angin bertiup kencang dan gelap gulita. Maka rasulullah memohon perlindungan Allah dengan membaca surat Al Falaq: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (Q.S. Al Falaq: 1)

Dan surat An Naas: Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (Q.S. An Naas: 1)

Lalu bersabda: Hai Uqbah mohonlah perlindungan Allah dengan membaca dua surat tersebut, karena tidak ada cara berlindung yang menyamai keduanya”. Uqbah berkata: “Aku mendengar Rasulullah membacanya saat mengimami shalat. H.R. Ahmad dan Abu Daud.[3]

 Pertahan keempat: Membaca ayat Kursy:

Dari Abu Hurairah  berkata: “Rasulullah  mempercayakanku menjaga harta zakat bulan Ramadhan, lalu ada seseorang yang datang meraup makanan maka aku mengangkapnya dan berkata: “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah ”, ia berkata: “Bila engkau hendak berada di atas tempat tidurmu, bacalah ayat kursi:

(Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya)…hingga akhir ayat, sesungguhnya engkau selalu berada di dalam penjagaan Allah dan syetan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi”, maka Nabi  bersabda: “Sesungguhnya dia berkata jujur kepadamu dalam hal ini, padahal dia adalah seorang pendusta, Itulah syetan”. HR. Bukhari.[4]

 Pertahanan kelima: Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah yaitu:

Dari Abu Mas’ud Al Badri  berkata: Rasulullah  bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah di suatu malam, maka hal itu cukuplah baginya (sebagai pelindung dari kejahatan)”. Muttafaq ’alaih.[5]

 Pertahanan keenam: Membaca surat Al Baqarah:

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya di baca surat Al Baqarah”. H.R. Muslim .[6]

 Pertahanan ketujuh: Banyak berzikir, membaca Al quran, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang mengucapkan:  (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) dalam satu hari seratus kali, niscaya diberikan baginya pahala sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan ditulis untuknya seratus kebajikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan ia terlindungi dari syetan di hari itu hingga sore dan tidak seorangpun yang lebih utama daripada dirinya kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak darinya”. Muttafaq alaih.[7]

 Pertahanan kedelapan: Membaca do’a saat keluar rumah.

Dari Anas bin Malik  bahwa Nabi bersabda: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan :

(Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah) akan dikatakan kepadanya “Engkau telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga dan syetan menjauh darinya, dan setan yang lain berkata kepadanya: Bagaimana mungkin engkau bisa menggoda seseorang yang telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga”. HR Abu Daud, Tarmizi.[8]

 Pertahanan kesembilan: berdo’a saat singgah di suatu tempat.

Dari Khaulah binti Hakim  berkata: “Aku mendengar Rasulullah  bersabda: “Apabila salah seorang kamu singgah di suatu tempat maka ucapkanlah:

 (Aku berlindung dengan kalam Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya), niscaya dia tidak akan terkena gangguan apapun sehingga dia meninggalkan tempat tersebut”. HR. Muslim.[9]

 Pertahanan kesepuluh: Menahan menguap dan meletakkan tangan di mulut.

Dari Abu Sa’id Al Khudri  berkata: “Rasulullah  bersabda: “Apabila salah seorang kalian menguap, maka tahanlah dengan meletakkan tangan pada mulut karena sesungguhnya syetan berusaha masuk”. HR. Muslim.[10]

Dari Abu Hurairah  bahwa rasulullah  bersabda: “menguap itu berasal dari syetan maka apabila salah seorang kamu menguap hendaklah menahan semampunya”. Muttafaq alaih.[11]

 Pertahanan kesebelas: azan

Dari Abu Hurairah  berkata: “Rasulullah  bersabda: “Bila azan shalat dikumandangkan syetan lari dengan mengeluarkan kentut sehingga seseorang tidak mendengar suara azan, dan apabila azan selesai dikumandangkan syetan datang kembali hingga apabila iqomat dikumandangkan syetan kembali lari hingga apabila iqomat selesai syetan datang lagi kemudian mengganggu pikiran orang yang sedang shalat, dia berkata: “Ingat ini, ingat itu”, sesuatu yang tidak pernah dia ingat sebelumnya sehingga seorang lelaki tidak tahu berapa rakaatkah dia shalat”. Muttafaq ’alaih.[12]

 Pertahanan kedua belas: Membaca do’a memasuki masjid

Dari Uqbah, dia berkata: Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma menceritakan kepada kami dari Nabi  bahwa beliau saat memasuki masjid membaca:

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk”. Uqbah berkata: “Apakah cukup itu saja? Abdullah berkata: “Ya”. Abdullah berkata: “Barangsiapa yang membacanya maka setan akan berkata: “Orang ini terlindungi dari gangguanku sepanjang hari ini”. HR. Abu Daud.[13]

 Pertahanan ketiga belas: Membaca doa keluar masjid.

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: ” Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi dan ucapkan: “Ya Allah , bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” Dan bila keluar maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi  dan ucapkan: “Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk”. HR. Ibnu Majah.[14]

 Perlindungan keempat belas: Berwudhu dan shalat terutama saat marah atau syahwat sedang membara. Karena wudhu sangat ampuh meredam marah dan gejolak syahwat.

 Perlindungan kelima belas: Mentaati Allah dan Rasulullah , menghindari banyak bicara, memandang hal yang haram, makan yang banyak dan banyak bergaul.

 Pertahanan keenam belas: Membersihkan rumah dari gambar, foto, patung, anjing dan lonceng.

Dari Abu Hurairah  berkata: Rasulullah bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung atau gambar “. HR. Muslim.[15]

Dari Abu Hurairah  berkata: “Rasulullah  bersabda: “Para malaikat tidak menyertai suatu rombongan yang disertai anjing atau lonceng”. HR. Muslim.[16]

 Pertahanan ketujuh belas: Menghindari tempat berdiamnya jin dan setan yaitu pada reruntuhan rumah dan tempat-tempat najis, seperti: Jamban, tempat pembuangan sampah, dan tempat yang tidak dihuni, seperti gurun, tepian pantai yang jauh dari pemukiman, kandang unta dan lain-lain.

Dikutip dari: Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri; Ringkasan Fiqh Islam; Islamhouse.com;

[1] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2018.

[2] muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 7396 dan Muslim no hadist : 1432.

[3] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 17483 dan Abu Daud no hadist: 1463.

[4] diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5010.

[5] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 4008 dan Muslim no hadist : 807.

[6] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 780.

[7] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6403 dan Muslim no hadist : 2691.

[8] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5095 dan Tirmizi no hadist 3426.

[9] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2708.

[10] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2995.

[11] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6223 dan Muslim no hadist : 2994.

[12] muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 608 dan Muslim no hadist : 389.

[13] Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 466.

[14] Hadist shahih, diriwayatkan Ibnu Majah no hadist 773.

[15] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2112.

[16] diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2113.

Leave A Reply