Perkara Riba Dengan Bank dan Zakatnya

0

 

Pertanyaan: Banyak orang berurusan dangan bank dan mereka mungkin terlibat dalam perkara yang diharamkan seperti riba. Jika Zakat akan dibayarkan kepada jumlah ini, bagaimana hal tersebut dilakukan?

 

Jawaban: Haram hukumnya terlibat dalam perkara riba, apakah dengan bank atau selainnya, dan semua keuntungan yang diperoleh dari riba haram. Hal itu tidak dianggap sebagai hartanya, dan jika dia memilikinya manakala mengetahui hukum Allah berkenaan dengan hal ini, adalah wajib baginya mengeluarkannnya (dari harta tersebut) untuk tujuan sedekah. Jika dia tidak mengambilnya, dia hanya boleh mengambil apa yang dia tabungkan, sebagaimana Allah berfirman:

”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah [2] : 278-279)

Jika dia telah mengambil riba sebelum mengetahui hukum Allah mengenainya, dia dapat menahannya dan tidak wajib baginya untuk mengeluarkannya, sebagaimana Allah berfirman:

” Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS.2; 275)

Orang tersebut harus membayar zakat atas bagian yang tidak berasal dari keuntungan riba, sebagaimana yang dia lakukan bagi seluruh kekayaannya yang wajib dizakati. Namun apabila dia tidak mengetahui mengenai pengharamannya, zakat juga harus dibayarkan atas keuntungan yang diperoleh dari riba yang sebelumnya, karena ia sama seperti hartanya yang lain berdasarkan ayat yang disebutkan di atas. Segala petunjuk dan kebenaran dari Allah. (Majmu al-Fatawa, Abdul Aziz bin Baz, juz. 14 hal. 153)

Sumber; Abdul Aziz bin Baz; Zakat; Maktabah Roudotul Muhibbin; www.islamhouse.com

 

Leave A Reply