Pengalaman Ustadz Muda Mengelola Pesantren Di Pelosok (Kalimantan)

0

 

Allaah berfirman :
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالاَتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلاَ يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan. ( Al-Ahzab: 39 )

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka ( yang pergi perang ) telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. ( At-Taubah; 122 ).
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Mujadilah; 11)
Salah satu bentuk pelaksanaan ” Menebar Da’wah, Melayani Ummat” adalah dengan mendirikan pesantren-pesantren atau sekolah-sekolah  Islam yang bertujuan mencetak kader-kader Islam yang bertauhid, ittiba’ pada sunnah dan tangguh menghadapi tantangan. Dibawah ini adalah beberapa paragraf ringan yang ditulis oleh ustad muda yang berda’wah di daerah Kalimantan. Tulisannya ini dikirimkan melalui whatsapp kepada kami dan kemudian kami rapikan, semoga bermanfaat.
Berikut ini ana ingin share tentang pengelolaan pesantren di daerah beserta biayanya – sebatas pengalaman yang ana punya –
Bismillahirrahmanirrahim
Yang perlu kita siapkan sebelum mendirikan pesantren adalah kita harus punya target dan tujuan didirikannya pesantren tersebut dan kita harus punya trade mark atau “nilai jual khusus” dan pembeda dari pesantren-pesantren yang ada ( bisa dari bahasa / akhlaq / tahfidz qur’an dsb. )
Untuk langkah selanjutnya adalah tentunya kita siapkan lokasi untuk pesantren yang akan kita bangun. Setelah terealisasi maka sebelum kita melangkah lebih lanjut maka kita harus jalin komunikasi dengan masyarakat sekitar terutama RT dan RW setempat agar tidak ada gangguan/curiga/su’udhon dari warga sekitar.
Maka jika sudah bisa mulai maka kita sosialisasikan kepada masyarakat dan ikhwan-ikhwan tentang ma’had kita dan apa keunggulan dari ma’had ini.
Hal yg perlu dipersiapkan dalam sosialisasi adalah brosur yang menarik – gambaran tentang pesantren kita – dan juga kita harus rajin untuk datang ke sekolah-sekolah dan mensosialisasikan langsung ke siswa tersebut.
Dari situ insyaAllah kita akan dapatkan anak-anak yang memang punya minat dan semangat untuk ke pesantren kita.
Sebatas pengalaman ana disini kebetulan kemaren ana dapat tugas PSB  dan dari PSB yang sudah berjalan kemaren …. PSB pertama gagal total … tidak ada satu anakpun yang mendaftar padahal yang kita jual disini adalah sangat menguntungkan konsumen karna gratis dan seluruh keperluan disediakan yayasan.
– diantara faktor ketidak berhasilan PSB pertama :
1. Brosur sangat tidak menarik ( karena hanya berisi tulisan )
2. Kita hanya titipkan brosur ke guru/kepala sekolah SD ( mereka yg menyampaikan ke anak tentang pesantren kita )
3. Sebagian brosur kita sebar di masjid dan mushola tanpa kita terangkan kepada jama’ah yang ada
PSB kedua alhamdulillah berjalan lancar :
Dari seribu brosur yang kita sebar ada lebih dari 25  santri yang mendaftar meski tidak semuanya kita terima
Diantara hal yang mendorong keberhasilannya – tentu semua ini atas izin Allah-
Ada beberapa hal
1. Brosur dibuat semenarik dan sesimpel mungkin
2. Kita fokuskan penyebaran ke SD di kalsel dan kita langsung meminta izin ke pihak sekolah untuk presentasi di depan murid tentang pesantren kita … ( alhamdulillah ternyata setiap kita presentasi di depan kelas ada 2-5 siswa yang ingin ke pesantren kita meski tidak semuanya jadi daftar – dan setelah tes wawancara mereka juga sangat antusias dengan ma’had ini dan mereka juga sudah tahu apa tujuan pesantren ini.
Lanjut ke pengelolaan pesantren yg sudah berjalan:
Masyarakat disini (Kalimantan) adalah masyarakat Indonesia pada umumnya yg masih suka dengan kegiatan maulid dsb dan yang perlu kita perhatikan ke masyarakat adalah bahwa keberadaan pesantren kita dibutuhkan oleh mereka atau setidaknya pesantren kita ada manfaatnya bagi mereka.
Meski kebiasaan di pesantren kita agak berbeda dari yang ada dimasyarakat tapi alhamdulillah mereka  tetap senang dengan keberadaan kita
Dari hal yang ana perhatikan dan yang ana terima diantara sebabnya adalah ;
– kita memang jarang ke masyarakat tapi kita insyaAllah selalu peduli dengan lingkungan sekitar kita .. setiap jum’at kita bersih-bersih masal dan diantara yang kita bersihkan adalah jalan didepan pesantren (yang itu merupakan jalan lalu lalang mereka menuju pasar).
– mereka melihat santri selalu bawa qur’an.
( intinya kita harus punya kontribusi ke masyarakat dengan sesuatu yang tampak )
👉adapun hal yg urgen buat kelangsungan dan kemajuan pesantren :
👌memiliki direktur yg disegani
👌memiliki pengurus asrama yg bisa mendidik dan bisa dicontoh santri
👌memilik ustadz yg bisa baca qur’an dengan benar
👌memiliki TU yg profesional ( ternyata dari pengalaman ana disini setelah ketika kita memiliki TU yang mendekati profesional ahamdulillah semuanya jadi lebih mdah )
👌sarana penunjang seperti lab komputer / bahasa dsb .
👉adapun untuk pendanaan ….
Biaya makan santri kurang lebih seperti ini :
👉300.000 / kepala : kebutuhan makan santri terpenuhi.
👉450-500 empat sehat insyaAllah tepenuhi.
👉600.000 / santri / bulan bisa empat sehat lima sempurna dan bisa ada tambahan buah insyaAllah.
Untuk anggran sekolah dan asrama :
👉untuk biaya TU , Pengurus pesantren , kepala sekolah ( untuk ukuran pesantren 1,5 juta perkepala / bulan insyallah sudah masuk standart )
Untuk kurikulum pendidikan :
👉biasa dalam seminggu ada 30 – 36 jam per minggu × 25.000.
( untuk guru mata pelajaran aja ) kalo yg menjadi staf/pegawai pesantren sudah bisa mengampu semua mapel sekolah maka insentif ini tidak berlaku.
👉untuk kebutuhan lain2 antara 1-2 juta perbulan untuk 15 santri.
Mungkin itu kira-kira yang bisa ana bagi dan mohon maaf kalo ada yang salah.

 

Leave A Reply