Penetapan Nama dan Sifat Allah Dengan Ucapan Shahabat [Syaikh Ali Hasan]

0

 

Syaikh Ali Hasan ditanya:
Apakah boleh menetapkan nama-nama dan sifat Allah ta’ala dengan ucapan para sahabat, dengan alasan mereka tidak akan menetapkan hal itu tanpa petunjuk dari Nabi saw?

Jawaban:
Boleh, dan kami akan menambahkan keterangan sedikit. Penetapan nama-nama dan sifat-sifat itu tidak mungkin dengan ijtihad, tetapi besar kemungkinan itu diambil dari Rasulullah saw. Oleh karena itu para ulama menamakan contoh nash ini dengan apa? dengan Marfu’ secara hukum.
Marfu’ ada 2 jenis:
1. Marfu’ secara lafadz
2. Marfu’ secara hukum
Marfu secara lafadz adalah sabda Rasulullah saw, sedangkan marfu’ secara hukum adalah ucapan para shahabat yang bukan ijtihad dan bukan berdasarkan akal semata. Tetapi besar kemungkinan itu diambil dari ucapan Nabi saw.
Namun di sini ada suatu hal yang penting sekali, yakni para ulama mensyaratkan ucapan sahabat yang marfu’ secara hukum ada 2 syarat, yaitu:
1. Hendaknya sahabat itu termasuk orang yang tidak mengambil dari kitab-kitab Ahlul Kitab, karena Nabi memang mengizinkan mengambil dari Ahlul Kitab dan mengatakan: “Berceritalah tentang Bani Israil tanpa masalah.” dengan syarat tidak dijadikan sumber utama.
2. Hukum yang diambil dari sahabat itu merupakan kekhususan agama Islam, bukan dari hal-hal yang juga dimiliki agama-agama lain, seperti syariat ‘Isa, Musa dan selainnya, tetapi dari syariat Muhammad saw.
Jika ada ditemukan 2 syarat ini, maka diperbolehkan mengambil ucapan shahabat itu pada masalah penetapan nama-nama dan sifat-sifat Allah, Wallahu a’lam
Tanya Jawab dengan Syaikh Ali Hasan hafidhahullah di Yogyakarta” Buletin Al-Manhaj, terbitan Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muhaarabatul Bid’ah, Ponpes Ihyaus Sunnah-Degolan-Yogyakarta)  

 

Leave A Reply