Pandai Menjaga Rahasia

0

Menjaga rahasia diri maupun orang lain merupakan bagian akhlak Islam. Demikian pula, tidak menyebarkan rahasia untuk mengadu domba, bahkan semestinya mengamankannya. Menjaga rahasia adalah mencerminkan sifat kejantanan, kekuatan pribadi dan keluhuran akhlak seseorang. Ini seharusnya dimiliki setiap muslim, laki-laki maupun wanita. Karena mereka telah mewarisi akhlak Islam yang tinggi melalui bimbingan nabi saw, manusia yang sangat terpuji akhlaknya.

Keutamaan menutup rahasia sangat tampak pada diri Utsman bin Affan dan Abu Bakar Shidiq, semoga Allah ridha atas keduanya, yaitu ketika  Umar bin Khattab hendak menikahkan putri beliau kepada salah satu dari mereka. Diriwayatkan:

Umar bin Khattab bercerita, “Pertama aku menawarkan anakku (Hafsah) kepada Utsman, lalu ia menjawab, “Baiklah, tapi aku akan memikirkannya dulu.” Aku pun  menunggu jawabannya sampai beberapa malam, saat ia datang menemuiku, seraya berkata, “Setelah aku pikir, ternyata aku tidak perlu tergesa-gesa untuk menikah sekarang, maafkanlah aku.” Lalu aku pergi menemui Abu Bakar seraya kukatakan kepadanya, “Kalau  engkau mau aku kawinkan Hafsah binti Umar denganmu.” Tetapi Abu Bakar hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Melihat sikapnya itu aku sangat marah padanya, melebihi marahku kepada Utsman. Beberapa malam berikutnya Hafsah dipinang oleh Rasulullah saw.” (HR. Bukhori dari Abdullah bin  Umar).

Setelah pinangan rasulullah itu diterimanya, barulah Umar memahami akan diamnya Abu Bakar berdasarkan pengakuan Abu Bakar sendiri. Kata Abu Bakar, “Sesungguhnya bukannya aku tak ingin menjawab permintaanmu itu, tetapi aku khawatir  bahwa jawabanku akan membuka rahasia rasulullah. Beliau telah memberitahukan hasratnya kepadaku untuk meminang putrimu itu. Kalau tidak, tentu tawaranmu akan saya terima dengan senang hati.”

Di dalam sejarah Islam, ternyata menjaga rahasia tidak terbatas pada kaum salaf. Bahkan hal itu juga dijumpai pada kaum wanita dan anak-anak yang secara tulus menerima hidayah Islam, menyinari hati dan akal mereka dengan cahayanya yang terang cemerlang. Anas bin Malik ra meriwayatkan:

Rasulullah saw datang kepadaku, ketika aku sedang bermain dengan anak-anak. Beliau mengucapkan salam kepada kami, lalu mengutusku untuk suatu hajat. Dengan perlahan kuhampiri ibuku, maka ibu berkata  kepadaku, “Apa keperluanmu?” Aku menjawab, “Rasulullah mengutusku untuk suatu hajat.” Lalu ibu bertanya, “Apa keperluan beliau?” Aku menjawab, “Oh, itu rahasia.” Ibu berkatan, “Jangan sekali-kali kau buka rahasia rasulullah itu terhadap siapapun.” Demi Allah andaikan aku diperbolehkan  menceritakan rahasia seseorang, pasti akan kuceritakan kepadamu wahai Tsabit. (HR. Muslim).

Perhatikanlah, ketika Anas berniat merahasiakan hajat rasulullah itu ibunya justru dengan bangga mendukungnya, bahkan menasehati agar Anas menjaganya dengan benar-benar. Maka Anas tidak membuka  rahasia itu, meski pun kepada Tsabit, sahabat akrabnya.

Begitu  indahnya tuntunan Islam dalam akhlak, pantas menyebabkan seseorang masuk surga. Akhlak yang baik, diantaranya menjaga rahasia, dapat mengangkat derajat keutamaan seorang lelaki, perempuan maupun anak-anak. Di saat lain rasulullah menjelaskan:

Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah pada hari kiamat  kelak adalah seorang laki-laki yang mencurahkan isi hatinya kepada seorang wanita lalu demikian pula si wanita kepadanya, kemudian laki-laki itu menyebarkan rahasia (pembicaraan tersebut). (HR. Muslim).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply