Pandai Dalam Bergaul

0

Rasulullah shallallahu alaihi wassallam bersabda;

Hendaklah seorang mukmin laki-laki (suami) tidak mencela mukmin wanita (istri), jika dia membenci salah satu prilakunya, masih ada prilaku lainnya yang dia ridhai. (HR. Muslim).

Di dalam hadits ini terdapat dua pelajaran yang sangat bermanfaat;

Pelajaran pertama adalah: petunjuk bagaimana bergaul dengan istri, sanak saudara, kawan, karib dan lingkungan pergaulan serta semua orang yang antara anda dan dia memiliki hubungan dan komunikasi. Anda harus menyadari bahwa pada diri tiap-tiap orang pasti terdapat cela, kekurangan dan sesuatu  yang tidak disenangi. Maka jika hal tersebut anda dapatkan, bandingkanlah antara hal itu dengan adanya faktor-faktor yang mendukung anda untuk tetap menjaga komunikasi dan saling mencintai, yaitu dengan mengingat kebaikan-kebaikan dan niat-niat kebaikannya, baik yang bersifat khusus maupun umum. Dengan melupakan keburukannya dan mengingat kebaikannya, maka persahabatan dan komunikasi akan tetap terjaga serta ketenanganpun  akan tercipta.

Pelajaran kedua adalah; hilangnya perasaan gundah dan resah, tetapnya kesucian hati serta kesinambungan dalam menunaikan hak-hak orang lain, baik yang wajib maupun yang sunah serta terciptanya keharmonisan di antara kedua belah pihak.

Siapa yang tidak dapat mengambil pelajaran atas apa yang telah disabdakan rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bahkan melakukan sebaliknya dengan selalu melihat keburukan seseorang serta melupakan kebaikan-kebaikannya, niscaya dia akan gelisah, hubungan antara dirinya dan orang yang dicintainya pasti mengalami  kekeruhan dan mengabaikan banyak hak yang harus dijaga kedua belah pihak.

Banyak orang yang memiliki kekuatan mental yang tinggi mampu menahan diri saat menghadapi cobaan dan goncangan dengan kesabaran dan ketenangan. Akan tetapi dalam hal-hal yang sepele dan ringan mereka sangat gundah dan tidak tenang. Penyebabnya  adalah mereka menjaga diri mereka pada hal-hal yang besar dan mengabaikan hal-hal sepele sehingga merusak kondisi mereka dan ketenangan mereka.

Orang yang bermental kuat adalah mereka yang mampu mengatasi masalah besar maupun kecil seraya memohon pertolongan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya agar nasibnya tidak diserahkan kepada dirinya walau  sekejap mata, maka dengan demikian akan mudah baginya perkara-perkara kecil sebagaimana ringan baginya perkara-perkara besar, sehingga jiwanya tenang dan hatinya lapang.

Dikutip  dari: Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di; Meraih Hidup Bahagia; islamhouse.com

 

Leave A Reply