Obat Keserakahan

0

 

 
Sa’di mendengar ada seorang saudagar yang memiliki 150 unta mengangkut barang dagangannya dan 40 pembantu yang senantiasa melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lainnya untuk berdagang. Suatu malam, dia tinggal di pulau Kisy di Teluk Persia. Ia dipersilahkan masuk ke kamarnya. Dari awal malam sampai subuh dia merasa gelisah dan selalu membicarakan perihal barang dagangannya. 

Dia berkata, “Gudangku ada di Turkistan dan di India. Saya ingin sekali pergi ke Alexandria, sebuah kota di Mesir, karena udaranya segar. Wahai Sa’di, kali ini saya akan melanjutkan perjalanan yang terakhir, setelah saya lakukan ini, saya akan beristirahat dan tinggal di suatu tempat. Saya sama sekali tidak akan berpergian lagi untuk berdagang.”
Sa’di bertanya, “Bagaimana tentang kepergian terakhirmu itu yang setelah itu engkau tidak akan berpergian lagi?”
Dia menjawab, “Saya hendak membawa Iran ke Cina, karena saya dengar di Cina barang tersebut mahal harganya. Dari Cina saya akan membeli barang-barang keramik serta membawanya ke Roma dan di Roma saya akan membeli sutra istimewa yang akan saya bawa ke India. Di india, saya akan membeli baju lalu saya bawa ke kota Aleppo. Di sana saya akan membeli kaca dan cermin untuk saya bawa ke Yaman. Di Yaman, saya akan membeli kain Yamani dan membawanya ke Iran. Setelah melakukan semua perjalanan itu, saya akan beristirahat dan menetap di suatu tempat dan duduk di toko saja.”
Setelah mengungkapkan rencana dan angan-angan gila ini, lidahnya terasa kaku dan tidak mampu berbicara karena letih. Akhirnya, dengan terbata-bata dia berkata, “Hai Sa’di bicaralah mengenai apa yang kau lihat dan dengar.”
Sa’di berkata, “Tentu engkau tahu kisah seorang saudagar kaya yang jatuh dari punggung tunggangannya, lalu seseorang berkata, “Tak ada yang dapat membuat orang serakah dan menyembah dunia menjadi kenyang selain dua perkara; merasa puas (Qana’ah) atau dikubur dalam tanah!”
                                                                   
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply