Nabi Yusuf dan Saudaranya

0

 

 
Setelah saudara-saudara Yusuf AS melakukan tipu  muslihat dan membawanya ke luar kota serta melemparkannya ke dalam sumur, ayah mereka, nabi Ya’kub AS, selalu menangis dan bersedih.

Bertahun-tahun setelah kejadian itu, nabi Yusuf AS menjadi pejabat tinggi di Mesir. Ia mengundang saudara-saudaranya untuk datang ke Mesir bersama ayahnya. Kalimat pertama yang diucapkan nabi Yusuf kepada mereka adalah, “Tuhanku telah berbuat baik padaku dengan mengeluarkanku dari penjara.”
Nabi Yusuf AS tidak menyinggung penderitaan beliau tatkala dilemparkan ke dalam sumur, lalu menjadi pembantu yang diperjualbelikan. Ia tak ingin saudara-saudaranya malu dan bangkit kembali kenangan pahit masa lalunya. Yusuf lalu berkata, “Setanlah yang telah mempengaruhi saudara-saudara saya untuk berbuat jahat pada saya dan melemparkan saya ke dalam sumur, sehingga ayah harus berpisah dengan saya selama bertahun-tahun. Tetapi Allah yang Maha Suci berfiman bahwa perbuatan jahat mereka merupakan awal kemuliaan dan kebesaran kami.”
Juga merupakan sebuah kemuliaan nabi Yusuf AS ketika ia menisbahkan perbuatan jahat itu pada setan dan menegaskan bahwa sebab utama terjadinya tindak kejahatan itu adalah setan, sehingga, saudar-saudara beliau tak merasa malu dan memiliki alasan meminta maaf kepadanya.
Nabi Yusuf AS kemudian berkata kepada mereka, “Hari ini saya tak akan melakukan balas dendam pada kalian. Jangan khawatir, saya telah memaafkan semua yang terjadi dan saya juga memohon kepada Allah agar mengampuni segala kesalahan kalian. Sebab, Dia Maha Pengasih di antara para pengasih.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply