Merasa Aman Dari Siksa Allah dan Berputus Asa Dari Rahmat-Nya

0

Syaikh Muhammad At-Tamimi

——————————————————————————–

Firman Allah Ta’ala (artinya):

“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tiada terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al-A’raf: 99)

“Dan tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (Al-Hijr: 56)

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab:

“Yaitu: syirik kepada Allah, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah.” (HR Al-Bazzar dan Ibnu Abi Hatim, isnadnya hasan)

‘Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Dosa-dosa besar yang paling besar ialah syirik kepada Allah, merasa aman dari siksa Allah, berputus harapan dari rahmat Allah dan berputus asa dari pertolongan Allah.”

Kandungan tulisan ini:

Tafsiran ayat dalam surah Al-A’raf. Ayat ini menunjukkan bahwa merasa aman dari siksa adalah dosa besar, yang harus dijauhi oleh orang mukmin.

Tafsiran ayat dalam surah Al-Hijr. Ayat ini menunjukkan bahwa bersikap putus asa dari rahmat Allah termasuk pula dosa besar yang harus dijauhi. Dari kedua ayat dapat disimpulkan bahwa seorang mukmin harus memadukan antara dua sikap: harap dan khawatir, harap akan rahmat Allah dan khawatir terhadap siksa-Nya.

Ancaman keras terhadap orang yang merasa aman dari siksa Allah.

Ancaman keras terhadap orang yang berputus asa dari rahmat Allah.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad At-Tamimi.

Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

——————————————————————————–

 

Leave A Reply