Menyambut Musafir Ketika Ia Kembali

Disunnahkan menyambut musafir ketika ia telah kembali, terlebih lagi jika safarnya itu menghabiskan waktu beberapa hari atau beberapa bulan. Hendaklah karib kerabatnya keluar dengan membawa serta anak-anak untuk menyambutnya jika hal itu dapat dilakukan. Nabi shollaullohu alaihi wassalam apabila beliau pulang dari safar, disambut oleh anak-anak dari keluarganya.[1]

Ini adalah adab islami yang sangat indah, tetapi sedikit sekali orang mengetahuinya apalagi mengamalkannya.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Muslim (2428) dari Abdullah bin Ja’far.

Comments are closed.