Menunaikan Hak Pekerja

Exif_JPEG_420
0

Hendaknya seorang majikan menunaikan hak-hak pekerja yang telah disepakati sebelumnya, segera setelah ia menyelesaikan tugasnya, berdasarkan sabda rasulullah shollaullohu alaihi wassalam:

Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.[1]

Janganlah ia berusaha untuk menunda-nunda penyerahannya atau merugikan sedikitpun darinya. Yakni, dengan menahan upah tanpa alasan dan yang semisalnya. Sebab, perbuatan itu termasuk memakan harta orang secara bathil. Maka selayaknya setiap majikan menyadari bahwasannya memakan hak pekerja merupakan dosa yang sangat besar.

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Allah ta’ala berfirman: ada tiga macam orang yang langsung Aku tuntut pada hari kiamat; orang yang membuat perjanjian atas nama-Ku lalu ia langgar, orang yang menjual orang merdeka lalu memakan hasil penjualannya, orang yang mempekerjakan orang lain yang orang itu telah menyempurnakan pekerjaannya tetapi ia tidak memberikan gajinya (upahnya).[2]

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Ibnu Majah (2443) dari Ibnu Umar radhiallahu anhu. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah (1980). Terdapat pula riwayat dari jalur Abu Hurairah, Jabir dan Anas dengan beberapa tambahan: “Asal hadits ini ada dalam riwayat Al-Bukhari dan yang selainnya.”

[2] HR. Al-Bukhari (2227).

Leave A Reply