Menjadikan Waktu Safar Banyak Dilakukan Pada Malam Hari

Jika memungkinkan dan seseorang bisa mengendalikan alat transportasi yang dikendarai tanpa menimbulkan madharat bagi dirinya, maka bersafar pada malam hari adalah baik.

Namun, apabila ada mudharat dan kesulitan seperti lemah pandangan sehingga tidak mampu menyetir pada malam hari atau terikat dengan safar dalam alat transportasi umum sehingga tidak mampu meninggalkannya, maka janganlah ia menyusahkan diri sendiri. Sebaiknya, jika safar itu memungkinkan baginya, maka sesungguhnya safar pada malam hari itu lebih ringan daripada siang hari. Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam menganjurkan safar tersebut.

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Hendaklah kalian memilih safar pada malam hari karena bumi akan dilipat pada malam hari.[1]

Maksud dilipatnya bumi adalah sedikitnya kesulitan safar pada malam hari. Hal ini boleh juga diyakini secara hakiki. Sesungguhnya yang demikian itu bukanlah suatu perkara yang tidak mungkin bagi Allah ta’ala.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Abu Daud (2571), Al-Hakim (II/114) dan Al-Baihaqi (V/256) dari Anas. Dikeluarkan juga oleh Al-Hakim (I/445) dan dishahihkannya serta disetujui oleh Adz-Dzahabi dan Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah (IX/250) dari Anas radhiallahu anhu. Lihat kitab Shahiihul Jaami’ (4046). Ad-Duljah: Perjalanan pada malam hari.

Comments are closed.