Mengucapkan Salam Kepada Saudaranya dan Membalas Salamnya

0

Hendaknya seorang muslim mengucapkan salam kepada saudaranya ketika bertemu dan membalas salamnya jika ia mengucapkannya terlebih dahulu. Yaitu, dengan tahiyatul (salam) islam: assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu).

Tidak boleh berpaling dari lafadz salam ini dan menggantinya dengan ucapan salam lain yang terkadang di dalamnya unsure tasyabbuh (menyerupai). Demikian pula tidak boleh menggantinya dengan ucapan salam yang lain, misalnya selamat pagi dan yang semisalnya. Terkecuali jika ia memulainya dengan ucapan salam islami lalu menambahnya dengan ucapan salam lain, dengan syarat tidak terkandung di dalamnya unsure tasyabbuh terhadap orang kafir. Namun, yang lebih utama adalah mencukupkan diri dengan ucapan salam islami, karena itulah yang diamalkan oleh rasulullah shollaullohu alaihi wassalam, para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

“Hak muslim atas muslim lainnya ada enam.” Dikatakan: “Apa saja, wahai rasulullah?” beliau bersabda: “Ucapkan salam jika berjumpa dengannya; jika ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; jika ia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; jia ia bersin dan memuji Allah maka ucapkanlah tasymit (yarhamukallah); jika ia sakat, maka jenguklah; jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.”[1]

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Muslim (2162) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Pada riwayat lain dalam Ash-Shahihain disebutkan: “Lima”.

Leave A Reply