Menghadapkan Orang Yang Sekarat Ke Arah Kiblat

0

 

 

Pertanyaan: Banyak dari kaum muslimin yang biasa menghadapkan orang yang sekarat ke arah kiblat saat nyawa keluar dari tubuhnya. Apakah hal ini memang disyariatkan?

 

Jawab: Para ahli fiqh dari seluruh madzhab membenarkan perbuatan ini. Mereka mempunyai banyak dalil. Di antaranya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam masalah Al-Kabaair (dosa-dosa besar),

“Dan termasuk dosa besar adalah menghalalkan baitul haram[1]. Padahal ia adalah kiblat kalian, hidup dan mati.”[2]

Diantara dalilnya juga, hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu bahwa saat hendak meninggal dia berkata,

“Hadapkan saya ke arah kiblat!”[3]

Karena itulah, sangat dianjurkan untuk menghadapkan orang yang lagi sekarat ke arah kiblat, sebagaimana ia dihadapkan kesana saat dikuburkan nanti.

Dinukil dari

al-Muqorrib li Ahkaamil Jana`iz : 148 Fatawa fil Jana`iz, penyusun : ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad al-‘Arifi, dimuroja’ah oleh : ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin, Penerbit : Dar ath-Thayibah, Riyadh, 1418 H/1997 M.

http://dear.to/abusalma; Maktabah Abu Salma al-Atsari

[1] Maksud menghalalkan baitul haram, adalah tidak lagi menghormati keharaman baitul haram. Padahal di baitul haram ini, siapapun diharamkan untuk berbuat maksiat, membunuh siapapun, mengambil barang temuan, mencabut pepohonan, dan memburu binatangbinatangnya. Allahu a`lam.

[2] HR. Abu Dawud, no. 2875; dan An-Nasai, 2/165. Al-Albani menghukuminya hasan. Lihat, Irwa` Al-Ghalil, 3/154

[3] Lihat, Manaar As-Sabiil, 1/158; dan Irwa` Al-Ghalil, 3/152. Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini adalah mursal.

Leave A Reply