Menggunakan Zakat Untuk Keperluan Administrasi

0

 

                     

.
Tidak diperbolehkan mendirikan bangunan (gedung, kantor dsb.) untuk lembaga tersebut dengan menggunakan uang bantuan yang oleh penyumbangnya telah ditentukna penggunaannya, seperti untuk menolong orang-orang yang perlu ditolong, seperti: orang-orang yang terkena bencana, peperangan dan sebagainya. Dalam hal ini, niat para penyumbang wajib dipelihara, lebih-lebih kebanyakan dana yang yang masuk adalah dari zakat, sedangkan zakat itu telah mempunyai sasaran sendiri sebagaimana yang diteapkan syar’i yang tidak boleh dipergunakan untuk selain itu.

       Kalaupun sebagian penyumbang ada yang sepenuhnya menyerahkan kepada lembaga bagaimana mempergunakan dana bantuan tersebut, maka sebenarnya ia telah ditentukan penggunaannya, meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. Karena penyerahan mereka kepada lembaga (pengelola) itu disebabkan mereka percaya akan amanah, keikhlsan dan pengelolahan para pengurusnya.
Hal ini mengandung pengertian bahwa mereka percaya kalau lembaga yang anda kelola dapat menyalurkan bantuan tersebut kepada orang-orang yang membutuhkannya diantaranya.
Sedangkan urusan administrasi yang tidak dapat dihindari untuk memperlancar penyampaian sumbangan-sumbangan itu kepada yang berhajk menerimanya, maka tidak mengapa jika diambilkan dari sumbangan secara umum. Hal ini mengacu kepada ketetapan Al-Qur’an mengenai penyaluran zakat yang “Memberikan Segala puji bagi Allah U, salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulallah r, keluarganya dan orang-orang yang tetap eksis didalam mengikuti jejak langkahnya bagian kepada amil(pengurus)” yang diambilkan dari hasil zakat itu sendiri, dan didasarkan pada kaidah
مالايتمّ الواجب إلاّبه فهواجب
Suatu kewajiban tidak dapat terlaksanakan dengan sempurna melainkan dengan sesuatu (sarana), maka sesuatu itu hukumnya adalah wajib.”
Hanya saja penggunaannya hendaklah dipersempit sedapat mungkin, demi menjaga uang para penyumbang supaya tidak digunakan untuk perlengkapan kantior, peralatan administrasi dan sebagainya, yang merupakan suatu cacad yang dikeluhkna oleh orang-orang bijak.
Adapun untuk mendirikan bangunan resendiri yang menjadi milik lembaga, hendaklah menghimpun dana tersendiri denganmaksud untuk tujuan tersebut. Sehingga orang yang hendak menyumbangnya mengetahui dengan jelas kegunaan dan tujuannya. Dengan demikian, para donatur tersebut akan mendapatkan pahala karenanya, sebab amal itu tergantung pada niat, dan seseorang akan mendapatkan balasan sesuai denga niatnya.[1]
Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita keselamatan dalam menentukan tujuan, sasaran yang mulia dan jalan yang lurus.


[1] .Fatwa-fatwa kontemporer Yusuf Qardhawi

 

Leave A Reply