Mengangkat Tangan Dalam Berdoa Setelah Shalat

0

 

 
Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda tentang mengangkat tangan dalam berdoa setelah shalat? Apakah ada bedanya antara shalat fardhu dan shalat sunnah?

Jawaban: Mengangkat kedua tangan dalam berdoa merupakan sunnah dan merupakan sebab dikabulkannya doa berdasarkan hadits Rasulallah saw: “Sesungguhnya Tuhanmu malu terhadap hambanya yang (berdoa) mengangkat kedua tangannya kemudian dibalasnya dengan hampa”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Hakim dari hadits Salman Al-Farisi) dan berdasarkan hadits Rasulallah saw: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rasul sebagaimana firman-Nya: “Wahai orang-orang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian hanya beribadah kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 172) dan Allah berfirman: “Wahai para rasul makanlah yang baik-baik dan berbuatlah dengan perbuatan yang shaleh, sesungguhnya Aku terhadap apa yang kalian lakukan Maha Mengetahui”. (QS. Al-Mu’minun:51) kemudian dia (Rasulallah saw) menyebutkan seseorang yang tengah menempuh perjalanan dengan rambut kusut dan dekil mengangkat kedua belah tangannya ke langit seraya berkata: “Ya Rabbi, Ya Rabbi”, sementara makanannya berasal dari barang yang haram dan minumannya berasal dari barang yang haram dan pakaiannya berasal dari barang yang haram dan diberi makan dari barang yang haram, maka bagaimana akan dikabulkan hal yang demikian itu”. (HR. Muslim).
Akan tetapi mengangkat kedua tangan tidak disyari’atkan pada tempat-tempat (saat-saat) yang pada zaman nabi beliau tidak mengangkat kedua tangannya. Maka mengangkat tangan tidak disyari’atkan setelah shalat lima waktu dan diantara dua sujud dan sebelum salam dari shalat dan saat khutbah Jum’at serta pada dua shalat Ied karena Rasulallah saw tidak mengangkat tangan pada tempat-tempat tersebut, sedangkan dia (nabi) saw adalah teladan yang paling baik atas apa yang dia lakukan dan ditinggalkan, akan tetapi jika seseorang meminta turun hujan (istisqa) pada khutbah Jum’at atau khutbah kedua hari raya maka disyariatkan baginya untuk mengangkat kedua tangan sebagaimana yang dilakukan nabi saw.
Adapun pada shalat sunnah, saya tidak mengetahui adanya larangan untuk mengangkat kedua tangan setelahnya untuk berdoa sebagai pengamalan atas umumnya dalil, akan tetapi yang utama tidak melakukannya secara terus menerus; karena hal tersebut tidak terdapat riwayatnya dari Rasulallah saw, seandainya dia melakukannya setiap selesai shalat  sunnah niscaya akan sampai kepada kita riwayatnya karena para shahabat ra telah meriwayatkan semua perkataan dan perbuatannya baik dalam keadaan musafir atau menetap dan semua keadaan Rasulallah saw, -semoga Allah meridhoi mereka semuanya.
Adapun hadits yang mashur dari nabi saw yang sabdanya: “Shalat adalah merendahkan diri dan menjaga kekhusyuan serta mengangkat kedua tangan sambil berkata: ya Rabbi, ya Rabbi”. Itu adalah hadits dhaif sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab dan lainnya. Wallahu ‘alam.

Leave A Reply