Mengabarkan Kepada Keluarga Tentang Kepulangannya

Hendaknya seorang musafir memberi kabar baik dengan surat, melalui telepon atau yang lainnya, bahwasannya ia sedang dalam perjalanan atau pulang pada hari ini, atau pada saat ini, sehingga keluarganya dapat membuat persiapan untuk menyambutnya dan menyiapkan diri untuk itu.

Nabi shollaullohu alaihi wassalam berkata kepada sahabatnya sekembalinya dari safar:

Tahanlah dahulu hingga kalian tidak masuk pada malam hari, yaitu waktu isya’, sehingga wanita yang acak-acakan rambutnya dapat bersolek dan merias rambutnya dan wanita yang sudah lama ditinggalkan dapat mencukur bulu kemaluannya.[1]

Wajib bagi setiap muslim mengikuti petunjuk nabi yang sangat mulia ini.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Al-Bukhari (5247) dan Muslim (1466) dari Jabir radhiallahu anhu. Makna tamtasyitu asy’asy adalah ia dapat menyisir rambutnya jika rambutnya acak-acakan dan tidak teratur. Tastahiddul mughibah yaitu mencukur bulu kemaluan dan hal-hal lain yang membuat suaminya tidak suka. Hal-hal itu sering dilalaikan wanita pada saat ia ditinggalkan suaminya.

Comments are closed.