Menetapkan Al-Asma’ Al-Husna Hanya Untuk Allah dan Tidak Menyelewengkannya

0

Syaikh Muhammad At-Tamimi

——————————————————————————–

Firman Allah Ta’ala (artinya):

“Hanya milik Allah-lah Al-Asma’ Al-Husna (Nama-nama Yang Maha Indah). Maka berdo’alah kepada-Nya dengan menyebut Asma’-Nya itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyelewengkan Asma’-Nya. Mereka nanti pasti akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-A’raf: 180)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tafsiran firman Allah:

“Menyelewengkan Asma’-Nya”, yaitu: “Berbuat syirik (dalam Asma’-Nya).”

Diriwayatkan pula dari Ibnu ‘Abbas tafsirannya: “Yaitu: Mereka (orang-orang musyrik) mengambil dari asma’-Nya untuk nama-nama berhala mereka, seperti memberi nama Al-Lat berasal dari Al-Ilah dan Al-‘Uzza berasal dari Al-‘Aziz.”

Dan diriwayatkan dari Al-A’masy (Abu Muhammad: Sulaiman bin Mahran Al-Asadi, digelari Al-A’masy. Salah seorang tabi’in ahli tafsir, hadits dan ilmu fara’idh, dan banyak meriwayatkan hadits. Dilahirkan th. 61 H (681 M) dan meninggal th. 147 H (765 M) bahwa dalam menafsirkan ayat tersebut ia mengatakan: “Mereka memasukkan ke dalam Asma’-Nya apa yang bukan darinya.”

Kandungan tulisan ini:

Wajib menetapkan asma’ (untuk Allah, sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya).

Seluruh asma’ Allah adalah husna (Maha Indah).

Diperintahkan untuk berdo’a dengan Asma’ Husna-Nya.

Diperintahkan untuk meninggalkan orang-orang yang tidak tahu, yang menyelewengkan asma’-Nya.

Tafsiran menyelewengkan asma’-Nya.

Ancaman terhadap orang yang menyelewengkan asma’ Allah dari kebenaran.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karya Syaikh Muhammad At-Tamimi.

Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

——————————————————————————–

Leave A Reply