Mendo’akan Orang Yang Menjamu

0

Mendoakan orang yang menjamu termasuk salah satu adab yang harus tetap dijaga. Sebab, hal ini termasuk mensyukuri nikmat Allah ta’ala. Nabi shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Barangsiapa tidak berterimakasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.[1]

Nabi shollaullohu alaihi wassalam pernah makan di rumah beberapa sahabatnya. Setelah selesai, beliau mengucapkan:

Semoga orang-orang yang baik memakan makananmu, Malaikat mendo’akan agar kamu mendapat rahmat dan orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu.[2]

Apabila nabi shollaullohu alaihi wassalam berbuka di tempat suatu kaum, beliau mengucapkan:

Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu, orang-orang yang baik memakan makananmu, serta Malaikat turun kepadamu.[3]

Demikianlah adab mulia yang sepantasnya dilaksanakan oleh orang-orang yang ingin mengikuti jejak nabi shollaullohu alaihi wassalam. Adab tersebut juga berfungsi untuk mempererat persaudaraan di antara sesama manusia dan sebagai ungkapan terima kasih terhadap orang yang telah menjamu.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Ahmad (III/118), An-Nasa’i dalam Al-Kubra (VI/10128/2), Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa (III/239) dan lain-lain dari Anas bin Malik radhiallahu anhu. Hadits ini tertera dalam kitab Shahiihul Jaami’ (6541).

[2] HR. Ahmad (III/138), Abu Daud (3854), An-Nasa’i dalam Al-Kubraa (VI/10129/II) dari Anas bin Malik radhiallahu anhu. Hadits ini tertera dalam kitab Shahiihul Jaami’ (1226).

[3] HR. Ahmad (III/138), An-Nasa’i dalam Al-Kubraa (VI/10128/II), Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa (III/239) dan lain-lain dari Anas radhiallahu anhu. Hadits ini tertera dalam kitab Shahiihul Jaami’ (4677).

Leave A Reply