Memukul Orang dan Menandai Muka Binatang

0

Sahabat Jabir radhiallahu anhu meriwayatkan:

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam melarang memukul muka dan menandai sesuatu di muka.[1]

Sebagian orang tua dan bapak guru terkadang sengaja menghukum anak-anaknya dengan mendaratkan pukulan di wajah. Demikian pula dengan yang dilakukan oleh sebagian majikan kepada pembantunya.

Perbuatan tersebut, di samping menghinakan wajah yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, juga bisa mengakibatkan hilangnya sebagian fungsi indera terpenting yang kebanyakan berada di wajah. Jika hal itu yang terjadi, maka akan menyebabkan penyesalan bahkan terkadang yang bersangkutan meminta hukum qishash (balas).

Menandai muka binatang dengan gambar atau tanda tertentu sehingga setiap orang mengenali binatang miliknya atau agar dikembalikan kepadanya jika hilang, hukumnya adalah haram.

Perbuatan semacam itu termasuk penyiksaan kepada binatang. Meskipun sebagian orang berdalih, hal itu merupakan tradisi dan lambang kabilahnya, maka tetap tak bisa mengubah haramnya perbuatan tersebut.

Seandainya mereka hendak membuat tanda, maka mereka bisa membuatnya di bagian lain selain muka.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Muslim; 3/1673.

Leave A Reply